Selasa , 26 Oktober 2021

10 Pelajaran Bisnis Dari Carlos Slim

Pada 2013 silam dirinya dinobatkan sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes mengalahkan Bill Gates dan Warren Buffett. Pria Meksiko ini dilahirkan pada 28 Januari 1940. Ia seorang usahawan Meksiko kelahiran Arab Lebanon. Kekayaan Slim sendiri dilaporkan sebesar $73 miliar termasuk holding company yang dimilikinya.

Dari telekomunikasilah, hingga saat ini Carlos telah mengumpulkan sedikitnya US$ 73 miliar atau Rp 693 triliun per Maret 2013 sebagai kekayaannya. Dialah juga yang mengendalikan tiga perusahaan telekomunikasi besar, yakni Telefonos de Mexico (Telmex), Telcel, dan America Movil. Ketangguhan Slim dalam berbisnis banyak dipengaruhi sang ayah, Yusef Salim Haddad.

Carlos Slim merangkum apa yang dia anggap sebagai prinsip bisnis Grup Carso dalam 10 poin ini, yang membimbing karyawannya setiap hari, dan bisa menjadi alasan kesuksesan perusahaannya:

1. Selalu memiliki struktur organisasi yang sederhana, tingkat hirarkis minimal. Menyediakan pengembangan eksekutif manusia dan menjaga fleksibilitas dan kemampuan pengambilan keputusan yang cepat. Bekerja dengan keuntungan dari perusahaan kecil.

2. Mempertahankan penghematan. Pada saat yang baik memperkuat, mengkapitalisasi dan mempercepat pengembangan perusahaan, dan mencegah penyesuaian pahit dan drastis yang dibutuhkan pada masa krisis.

3. Tetap fokus pada modernisasi, pertumbuhan, pelatihan, kualitas. Penyederhanaan dan perbaikan terus menerus proses produksi. Meningkatkan produktivitas dan daya saing. Mengurangi biaya dan biaya, menilai kinerja berdasarkan tolok ukur global.

4. Perusahaan tidak boleh dibatasi oleh ukuran pemilik atau pengelola. Jangan merasa besar di kandang kecil kita. Minimalkan investasi pada aset non-produktif.

5. Tidak ada tantangan yang tidak dapat kita atasi. Dengan bekerja sama, dan dengan visi yang jelas dalam mencapai tujuan dan mengetahui alatnya.

6. Uang yang meninggalkan perusahaan. Inilah sebabnya mengapa kita menginvestasikan kembali keuntungan.

7. Kreativitas perusahaan tidak hanya berlaku untuk bisnis. Tapi juga untuk memecahkan banyak masalah masyarakat. Inilah yang Ia lakukan melalui Yayasan Grup.

8. Optimisme perusahaan dan pasion selalu menghasilkan yang terbaik

9. Semua waktu adalah saat yang tepat bagi mereka yang tahu cara bekerja dan memiliki sarana untuk melakukannya.

10. Bahwa kita hanya bisa melakukan sesuatu saat kita masih hidup dan pengusaha itu adalah pencipta kekayaan yang dapat mereka kelola untuk sementara.

(detik.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *