Sabtu , 28 Mei 2022

2 Medan Perang Zaman Nabi Muhammad yang Kini Tertutup Salju

Dua medan perang di zaman Nabi Muhammad, Badar dan Tabuk, Arab Saudi, belum lama ini tertutup salju.
Fenomena tersebut terbilang langka, mengingat Arab Saudi terdiri dari hamparan gurun dengan suhu panas.

Berikut dua lokasi pernah menjadi medan perang kaum muslim pada era Nabi Muhammad yang baru-baru ini tertutup salju:

1. Salju di Gurun Badar
Perang Badar terjadi saat kaum muslim yang dipimpin Nabi Muhammad melawan kaum Quraisy pada 13 Maret 62 Masehi atau 17 Ramadan 2 Hijriyah.

Badai salju dan hujan es belakangan ini mengubah lanskap wilayah tersebut.

Seorang fotografer Saudi, Osama Al-Harbi, mengambil gambar udara wilayah badar. barat daya Kota Madinah pada 11 Januari.

Dari hasil jepretan dia, tampak penduduk menikmati pemandangan hamparan salju, sesuatu yang tak biasa.

Al-Harbi bahkan menggambarkan fenomena itu sebagai, “Badai hujan es bersejarah.”

Lokasi itu, kata dia, dipadati pengunjung. Banyak di antara mereka yang rela menempuh perjalanan berkilometer hanya untuk menyaksikan pemandangan salju.

Saat Al-Harbi berkunjung, Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi telah memperkirakan hujan sedang hingga lebat disertai angin, jarak pandang rendah dan hujan es, terjadi di wilayah Madinah, demikian laporan Saudi Press Agency.

2. Salju di Tabuk
Salju juga menyelimuti salah satu medan perang di Arab Saudi, Tabuk, pada saat tahun baru, 1 Januari 2022 lalu. Hal ini berdasarkan rekaman yang tersebar luas di media sosial.

Tabuk menjadi medan perang kaum muslim yang dipimpin Nabi Muhammad pada 630 Masehi atau 9 Hijriyah. Ketika itu, mereka melawan kekaisaran Byzantium Romawi Timur.

Baru-baru ini salju itu membuat banyak warga berbondong-bondong ke Jebel Al Lawz.

Jebel Al Lawz merupakan sebuah gunung yang terletak di barat laut Arab Saudi, Provinsi Tabuk. Gunung ini dekat perbatasan Yordania, sekitar 200 kilometer barat laut kota Tabuk.

Namun, cuaca ekstrem membuat pasukan keamanan menutup jalan menuju Jebel Al Lawz setelah ribuan penduduk dan pengunjung datang menikmati pemandangan itu.

Terakhir kali Kerajaan diserbu salju yang cukup besar yakni pada 2018. Saat itu, penduduk lokal dan turis melakukan aktivitas salju yang menyenangkan seperti naik kereta luncur dan adu bola salju.

(isa/bac)cnnindonesia

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *