Minggu , 28 November 2021

Ahli Imbau Waspadai Ancaman Covid-22 yang Dinilai Lebih Buruk

Profesor Imunologi, Sai Reddy, memperkirakan akan ada varian virus baru yang disebut lebih mematikan dari Covid-19 varian Delta, yang dinamai Covid-22. Virus itu diprediksi bakal muncul tahun depan.
Ilmuwan yang berbasis di Zurich, Swiss itu memperingatkan nantinya manusia akan menghadapi risiko besar dari virus yang disebut Sai dapat mendominasi.

“Covid-22 bisa lebih buruk dari apa yang kita saksikan sekarang. Jika varian seperti itu muncul, kita harus mengenalinya sedini mungkin dan produsen vaksin harus mengadaptasi vaksin dengan cepat,” ujar Sai.

Profesor Imunologi, Sai Reddy, memperkirakan akan ada varian virus baru yang disebut lebih mematikan dari Covid-19 varian Delta, yang dinamai Covid-22. Virus itu diprediksi bakal muncul tahun depan.
Ilmuwan yang berbasis di Zurich, Swiss itu memperingatkan nantinya manusia akan menghadapi risiko besar dari virus yang disebut Sai dapat mendominasi.

Lebih lanjut Sai mengatakan varian Delta saat ini menjadi varian paling menular. Meski begitu, Covid-22 tidak punya mutasi pelarian atau fitur genetik yang membantu menghindari kekebalan, menurut laporan The Sun.

Mutasi virus Covid-19 seperti pada varian Beta, disebut mempengaruhi vaksin dalam memberikan pertahanan tubuh. Atas temuan itu ia menyarankan untuk diubah agar dapat melindungi populasi.

“Ini adalah fase pandemi di mana Beta atau Gama menjadi lebih menular atau pengembangan Delta pada mutasi pelarian. Ini akan jadi masalah besar dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Reddy seperti dikutip news.com.au.

Reddy juga memprediksi sejumlah varian Covid-19 kemungkinan akan muncul di masa depan. Namun, hal itu merupakan bagian alam dari evolusi virus.

Dikutip Birmingham Mail, dengan munculnya beberapa varian dari Covid-19 dalam waktu kurang dari dua tahun, Sai menilai hal itu bukan pertanda baik.

Salah satu kelompok ilmuwan yang merupakan penasihat pemerintahan Inggris, Sage memberikan pandangan terhadap Covid-19 dan vaksin. Ia mengatakan vaksin tidak memberikan kekebalan sterilisasi secara mutlak.

Dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada 30 Juli lalu, tim peneliti mengatakan kemungkinan Covid-19 akan menjadi lebih mematikan. Prediksi itu digambarkan sebagai kemungkinan realistis yang bakal terjadi, lantaran virus masih menyebar sangat tinggi secara global.

Makalah itu juga menekankan pentingya untuk memberikan vaksin booster. Manfaat dari vaksin dosis tambahan itu untuk memastikan setiap orang memiliki perlindungan maksimum karena kekebalan akan berkurang seiring berjalannya waktu.

(can/ayp)cnnindonesia

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *