Kamis , 29 Juli 2021

Amankah Donor Darah di Masa Pandemi Covid-19 ?

Kegiatan donor darah di masa pandemi COVID-19 mengalami penurunan, padahal kebutuhan darah di tengah masyarakat tidak menurun. Akibatnya, stok darah di sejumlah daerah menipis.

Menurut drg. Saraswati, MPH selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI, hal ini terjadi lantaran banyak masyarakat merasa khawatir akan penularan COVID-19 saat melakukan donor darah. Selain itu, minimnya informasi bahwa kegiatan donor darah tetap berjalan di masa pandemi juga menjadi salah satu faktor penurunan aktivitas donor darah. Hal ini Ia sampaikan saat talkshow Sehat Wicara di Radio Kesehatan pada Jumat (11/06).

Lantas, amankah melakukan donor darah di masa pandemi ini?

drg. Saras memastikan bahwa aktivitas donor darah di masa pandemi ini aman dilakukan. Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran terkait pelayanan donor darah. Dalam surat tersebut, seluruh Unit Transfusi Darah (UTD) diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Pada kesempatan yang sama, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes, Sp.PK(K) selaku Ketua Komite Pelayanan Darah menambahkan, untuk menjamin keamanan para pendonor dan petugas, masing-masing UTD telah menyesuaikan prosedur dengan protokol kesehatan, mulai dari proses pendaftaran sampai penjadwalan donor darah diatur sedemikian rupa agar semua pihak tetap merasa aman. Maka dari itu masyarakat tidak perlu khawatir jika ingin melakukan donor darah.

Bagi calon pendonor, kata Dokter Teguh, tidak ada syarat tertentu yang harus dipenuhi. Hanya saja seseorang harus memastikan bahwa dirinya dalam keadaan sehat dan bugar saat pengambilan darah. Ketika akan melakukan donor darah, penyelenggarapun akan melakukan skrining kesehatan, seperti memeriksa tekanan darah, suhu tubuh, kadar hemoglobin, dan riwayat kesehatan. Dokter Teguh menegaskan bahwa yang terpenting yaitu keberanian dan kemauan untuk mendonorkan darah. Khusus bagi pendonor darah pemula, Ia menyarankan agar mengajak teman atau keluarga yang sudah pernah melakukan donor darah agar merasa aman dan nyaman, serta tidak merasa takut.

Adapun untuk penyintas COVID-19, Dokter Teguh menyampaikan bahwa tidak ada larangan untuk melakukan donor darah. Jika setelah 14 hari dinyatakan sembuh dari COVID-19, maka penyintas COVID-19 boleh melakukan donor darah. Namun jika kondisi penyintas tidak dalam keadaan sehat, maka penyelenggara akan menunggu sampai 28 hari untuk dapat dilakukan donor darah.

Dalam rangka Hari Donor Darah Sedunia yang jatuh setiap 14 Juni di tiap tahunnya, Dokter Saras dan Dokter Teguh mengajak semua masyarakat khususnya generasi muda agar tidak ragu melakukan donor darah untuk menyelamatkan banyak jiwa.

Mengusung tema Give Blood and Keep the World Beating, pemerintah ingin meningkatkan kesadaran global untuk melakukan donor darah sukarela secara rutin. (nm)

Sumber: Talkshow Radio Kesehatan Via Suara Celebes FM Makasar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *