Kamis , 7 Juli 2022

APBN Surplus Rp 28,9 Triliun, Sri Mulyani: Situasi Pembalikan yang Sangat Baik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN pada Januari 2022 mencatatkan surplus Rp 28,9 triliun. Nilai itu melonjak 163,5 persen dibandingkan Januari tahun lalu yang defisit Rp 45,5 triliun.

“Ini adalah situasi di mana APBN kita membalik atau mengalami situasi pembalikan yang sangat baik,” kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual Selasa, 22 Februari 2022.

Keseimbangan primer juga surplus Rp 49,4 triliun. Sedangkan tahun lalu terjadi defisit di Rp 20,8 triliun. “Jadi ini pembalikan yang luar biasa, mengalami surplus sehingga terjadi perbaikan hingga 337,8 persen,” ujarnya.

Adapun hingga 31 Januari 2022, pendapatan negara mencapai Rp 156 triliun. Nilai itu setara 8,5 persen dari target tahun ini Rp 1.846,1 triliun. Pendapatan ini, tumbuh 54,9 persen.

Pendapatan negara tersebut naik sangat tinggi dibandingkan tahun lalu pada Januari pendapatan negara masih mengalami kontraksi 4,2 persen. Untuk perpajakan telah terkumpul Rp 134 triliun atau 8,0 persen dari target Rp 1.510 atau tumbuh 65,6 persen. Tahun lalu hanya mengumpulkan Rp 81 triliun dari penerimaan perpajakan atau kontraksi 5,2 persen.

Untuk penerimaan negara bukan pajak atau PNBP Januari 2022 sebesar Rp 22 triliun. Nilai itu tumbuh 11,4 persen dibandingkan Januari tahun lalu.

Sedangkan belanja negara pada Januari 2022 sebesar Rp 127,2 triliun atau tumbuh 13 persen bandingkan Januari tahun lalu. Belanja negara setara dengan 4,7 persen dari target belanja negara tahun ini yang sebesar Rp 2.714 triliun.

Sri Mulyani juga mengatakan pembiayaan anggaran justru mengalami kontraksi atau menurun 101,8 persen. Dan dalam situasi belum mengeluarkan surat berharga, kata dia, masih terdapat Silpa Rp 25,9 triliun.

Lebih jauh, Sri Mulyani menyatakan, APBN di awal tahun diawali dengan sebuah cerita yang sangat positif dari pemulihan ekonomi dan dari dukungan APBN untuk masyarakat. “Baik untuk subsidi maupun dalam melindungi masyarakat dari sisi kesehatan dan melindungi dari guncangan harga komoditi yang tinggi,” kata Sri Mulyani.

Reporter: Muhammad Hendartyo Editor: Rr. Ariyani Yakti Widyastuti (tempo)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *