Minggu , 28 November 2021

Arab Saudi Butuh 20.000 Perawat Professional Asal Indonesia

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan, Pemerintah Arab Saudi menawarkan kerja sama penempatan tenaga kerja professional, khususnya penempatan non-domestic workers. Negara penghasil minyak bumi tersebut memerlukan tenaga perawat sekitar 20.000 orang.

Hal itu disampaikan Menaker Ida usai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri SDM dan Pembangunan Sosial, Arab Saudi, Ahmed Al-Rajhi di Dubai, Persatuan Emirat Arab, Kamis (28/10) lalu.https://imasdk.googleapis.com/js/core/bridge3.486.2_en.html#goog_1899808586

“Pemerintah Arab Saudi memerlukan tenaga perawat sekitar 20.000 yang memiliki kemampuan bahasa Inggris atau bahasa Arab. Kami menyambut baik tawaran pihak Arab Saudi tersebut dan telah menyampaikan kesediaan untuk mengadakan pertemuan lebih lanjut dengan pihak Arab Saudi,” ujar Menteri Ida Fauziyah dalam pernyataannya, Senin (1/11).

Lebih lanjut Menaker Ida mengatakan, pertemuan dengan Ahmed Al-Rajhi juga menyinggung tiga permasalahan. Pertama, soal hak perlindungan dan Lingkungan.

“Yakni menyangkut inisiatif reformasi ketenagakerjaan, otentikasi kontrak kerja, proyek atase tenaga kerja, dan program pelindungan pengupahan,” bebernya.

Kedua, tentang transformasi digital, yakni portal pasar tenaga kerja terpadu “Qiwa”, program verifikasi keterampilan dan penyelesaian sengketa ekosistem “Wedy”. Adapun, pembahasan ketiga mengenai domestic workers, terkait otentikasi aplikasi rekrutmen, asuransi kontrak dan program pelindungan pengupahan.

Sementara itu, Ahmed Al-Rajhi menawarkan pembentukan kerja sama kedua negara di bidang penempatan tenaga kerja sektor formal dalam skema professional examination. Pihak Arab Saudi menyampaikan harapan, agar Indonesia dapat berpartisipasi dalam skema tersebut. [bim]

Reporter : Sulaeman (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *