Jumat , 17 September 2021

Baku Tembak Terus Terjadi di Papua

Selain menewaskan dua anggota KKSB, aparat juga mengamankan satu pucuk senjata api jenis Mouser kaliber 7,62.

Baku tembak antara kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) dengan pasukan gabungan TNI-Polri terus terjadi di wilayah Kabupaten Puncak, Papua dalam sepekan terakhir. Kemarin, dua anggota KKSB dinyatakan tewas dalam baku tembak di wilayah Mayuberi, Ilaga Utara, Puncak.

Kepala Humas Satuan Tugas Penegakan Hukum Nemangkawi Kombes Iqbal Alqudusy mengatakan, baku tembak terjadi pada Ahad dini hari sekitar pukul 03.19 WIT dengan kelompok pimpinan Lekagak Telenggen. Dua anggota KKSB tewas dan seorang lainnya terluka, tapi berhasil melarikan diri.

Selain menewaskan dua anggota KKSB, aparat juga diklaim mengamankan satu pucuk senjata api jenis Mouser kaliber 7,62 bersama 17 butir amunisi, dua magasen moser, satu teropong siang, satu HT Icon, bendera bintang kejora, tiga handphone, uang Rp 14,400 juta, dan tiga KTP.

Iqbal mengatakan, penyisiran masih dilakukan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Sementara satu orang KKSB yang melarikan diri terus dikejar karena membawa satu pucuk senpi jenis AK-47 milik rekannya yang tewas.

Naiknya eskalasi kontak tembak disebabkan oleh sejumlah serangan KKSB dalam sebulan terakhir. Sepanjang April 2021, KKSB membunuh dua orang guru, seorang tukang ojek, dan seorang pelajar SMA di Distrik Ilaga.

Kemudian, satu personel Brimob, Bhayangkara Satu (Anumerta) I Komang Wira Natha. Puncak dari gangguan keamanan itu adalah gugurnya Kepala Badan Inteligen Negara Daerah (Kabinda) Papua Mayor Jenderal TNI (Anumerta) I Gusti Putu Danny Nugraha Karya di Distrik Beoga, Ahad (25/4).

Pemerintah kemudian menetapkan KKSB Papua sebagai organisasi teroris. Status itu diikuti oleh pengiriman pasukan gabungan di wilayah yang ditempati KKSB.

Pada Kamis (13/5), Satgas Operasi Nemangkawi menembak mati Lesmin Waker, Komandan Pasokan Pintu Angin KKSB Lekagak Telenggen di sekitar Kampung Wuloni. Iqbal Alqudusy mengatakan, Lesmin adalah salah satu penembak Bharada Komang, anggota Satgas Operasi Nemangkawi.

“Setelah pemburuan di wilayah Wuloni, pasukan TNI/Polri menembak Lesmin Waker, Komandan Pasukan Pintu Angin Kelompok Teroris Lekagak Telenggen,” kata Iqbal.

Pada hari yang sama, baku tembak juga menewaskan anggota KKSB lainnya, Endis Enumbi. Kepala Polda Papua Irjen Mathius Fakhiri menyatakan, dua anggota Satgas Nemangkawi terluka akibat terkena rekoset saat baku tembak.

“Memang benar ada dua anggota yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi yang terluka terkena rekoset,” kata Mathius, Kamis (13/5).

Menurut Kapolda, kondisi mereka stabil karena terkena rekoset di tangan dan tubuh bagian belakang. Saat itu, kata Mathius, satgas belum sepenuhnya menguasai markas KKSB di kawasan itu.

Diwawancarai Sabtu (15/5), Mathius mengaku anggota Satgas Nemangkawi sedang berupaya memisahkan warga sipil dengan KKSB yang ada di Kabupaten Puncak. “Anggota saat ini berupaya memisahkan warga sipil dengan KKB khususnya di sekitar Ilaga. Anggota sudah melakukan penyekatan agar KKB tidak bisa bergabung dengan warga sipil,” kata dia.

Ia menjelaskan, satgas yang terdiri dari anggota TNI dan Polri itu berupaya melakukan penyekatan agar KKSB tidak lagi leluasa bergerak. Namun, ia mengaku situasi kamtibmas di Ilaga berangsur kondusif.

republika.id Sumberantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *