Senin , 27 September 2021

Banyak Daerah Menunggu Kiriman, Anggota DPR Pertanyakan Jumlah Stok Vaksin Covid-19

Wakil Ketua Komisi VI DPR Martin Manurung meminta pemerintah menjelaskan stok vaksin Covid-19 di daerah. Sebab, banyak daerah mengaku tidak punya stok vaksin dan menunggu dikirimkan dari pusat.

“Dari kabupaten yang saya sudah cek lewat Fraksi NasDem di Samosir, Toba, Nias sebagai contoh, tapi faktanya mereka justru meminta stok vaksin dikirim dari pusat. Ini kok jadi bertolak belakang?” ujar Martin dikutip Senin (2/8).

Martin meminta pemerintah terbuka mengenai stok vaksin di daerah.

“Jadi, sebenarnya barang itu ada di mana? Ada di daerah mana? Ada berapa banyak di daerah itu. Jadi jangan hanya menyebut di daerah, karena Indonesia ada ratusan daerah,” kata Martin.

Seperti diketahui, surat edaran Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Nomor 16 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada masa pandemi mensyaratkan kartu vaksin, minimal dosis pertama. Jika memang menjadi syarat, Martin mempertanyakan mengapa di daerah masih kekurangan stok.

“Jika ada persyaratan minimal dosis pertama dilakukan, tapi vaksinnya itu sendiri tidak ada di daerah, bagaimana mungkin masyarakat bisa melakukan vaksinasi,” tegas Martin.

Dia meminta pemerintah memastikan stok vaksin di daerah terjaga. Sementara saat ini, menurut Martin, masyarakat sudah mau divaksinasi.

“Jangan sampai Pemerintah pusat ingin menggalakkan percepatan vaksinasi tetapi ketika masyarakat sudah mau divaksinasi, eh vaksinnya malah tidak ada atau tidak sampai ke daerah,” ucap Martin.

Sebelumnya,Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan stok vaksin Covid-19 di Indonesia aman. Terlebih Indonesia baru menerima 3,5 juta dosis vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat.

Indonesia menerima 620.000 vaksin Covid-19 AstraZeneca bantuan dari pemerintah Inggris. Secara keseluruhan, Indonesia telah memiliki 178 juta dosis vaksin Covid-19.

“Kedatangan 3,5 juta dosis vaksin jadi produksi Moderna (dan) 620.000 dosis vaksin jadi produksi AstraZeneca memastikan bahwa stok vaksin sudah aman. Secara keseluruhan menjadi sekitar 178 juta dosis,” jelas Muhadjir dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Minggu (1/8).

Indonesia telah mengamankan 440 juta dosis vaksin Covid-19 yang akan datang secara bertahap. Pemerintah terus berupaya memastikan ketersediaan vaksin untuk keselamatan masyarakat.

“Kehadiran vaksin tahap ke-32 (Moderna) dan 33 (AstraZeneca) ini adalah merupakan bukti nyata bahwa pemerintah terus berupaya keras menghadirkan vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Indonesia,” ujarnya.

Dia menekankan pentingnya mengamankan stok vaksin untuk untuk mempercepat dan memperluas program vaksinasi. Terlebih, Presiden Joko Widodo atau Jokowi menargetkan 2 juta vaksinasi per hari pada Agustus ini agar herd immunity atau kekebalan komunal segera terbentuk.

“Hal ini penting karena semakin banyak penduduk Indonesia yang memiliki kekebalan, semakin baik melawan Covid-19,” ucap Muhadjir. [bal]

Reporter : Ahda Bayhaqi (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *