Senin , 4 Juli 2022

Bappenas Ungkap Syarat RI Bisa Jadi Negara Maju

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa mengatakan untuk bisa lepas dari jebakan negara pendapatan kelas menengah (middle income trap), pertumbuhan ekonomi Indonesia harus bisa mencapai 6 persen pada 2022 mendatang. Bila itu bisa dicapai, ia yakin Indonesia bisa naik kelas menjadi negara maju pada 2045.
Berdasarkan perhitungan Bappenas, pertumbuhan ekonomi Indonesia pasca 1998 tidak pernah kembali ke skenario trajectory (tren) pertumbuhan ekonomi tanpa krisis. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi selama ini selalu macet di posisi 5 persen.

“Pemulihan ekonomi pasca covid-19, kami berharap kalau kita bisa based pada 2022 dengan tingkat pertumbuhan 6 persen, maka trajectory (tren pertumbuhan ekonomi) yang panjang tadi (tanpa krisis) bisa kembali lagi pada 2029,” ujarnya dalam webinar CSIS dan Transformasi Ekonomi Menuju Indonesia 2045, Rabu (4/8).

Ia menuturkan pandemi covid-19 berdampak pada perencanaan pembangunan nasional. Salah satunya, pergeseran target Indonesia menjadi negara maju dari 2036 menjadi 2045.

“Memang, akan terjadi pergeseran dari waktu di mana kita graduasi dari middle income trap, yang tadinya 2036 mungkin (baru bisa) 2040-an, 2044 atau 2045. Tapi, kalau pertumbuhan ekonomi kita di bawah itu (6 persen) memang di 2045 mungkin kita belum lolos dan lulus dari negara middle income trap,” imbuhnya.

Senada, Mantan Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan mimpi Indonesia menjadi negara maju harus kandas apabila pada 2045 belum lepas dari jebakan negara pendapatan menengah. Oleh sebab itu, momentum yang bertepatan dengan 100 tahun umur RI itu harus dimanfaatkan sebagai tenggat waktu target naik kelas menjadi negara maju.

“Kalau Indonesia susah atau belum keluar dari middle income trap by 2045, mungkin akhirnya kita harus melupakan mimpi itu,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini adalah momentum tepat untuk mencapai cita-cita tersebut karena Indonesia masih memiliki bonus demografi. Dengan demikian, penduduk usia produktif lebih banyak daripada usia non produktif sehingga bisa menjadi motor penggerak ekonomi.

Kondisi bonus demografi, lanjut Bambang, juga dimanfaatkan oleh Jepang dan Korea Selatan untuk naik kelas menjadi negara maju.

“Korea Selatan bisa melakukannya, Jepang bisa melakukannya, tetapi Indonesia tentunya belum membuktikan. Saat ini adalah saat yang paling tepat karena menjelang 2045 Indonesia akan berubah menjadi aging society, bahasa mudahnya kita bisa menjadi kaya raya sebagai individu kalau kita masih produktif,” tuturnya.

(ulf/agt)cnnindonesia

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *