Kamis , 7 Juli 2022

BPOM Temukan Kopi Kemasan Mengandung Parasetamol dan Sildenafil, Bahan Kimia Apa Itu?

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan kopi kemasan atau kopi saset mengandung parasetamol dan sildenafil. Temuan itu diperoleh saat operasi penindakan produk ilegal obat tradisional dan pangan yang mengandung bahan kimia obat.

Diberitakan Kompas.com, Jumat (4/3/2022), Kepala BPOM Penny K Lukito mengatakan, dalam operasi tersebut, ditemukan kopi yang mengandung bahan kimia obat.

Dalam kemasan kopi tersebut tertera izin BPOM yang dipastikan palsu, dan produk kopi tersebut beredar di Bandung dan Bogor. Kopi instan saset tersebut antara lain bermerek Kopi Cleng, Kopi Bapak dan Kopi Jantan.

“Masyarakat harus hati-hati. Walaupun ada tertera izin edar Badan POM, bisa dimungkinkan pemalsuan. Itulah kenapa kita perlu mengecek BPOM mobile, kalaupun kita sudah melakukan check kemasan, label, kedaluwarsa, tapi tetap harus cek kembali apa betul izin edarnya itu adalah betul-betul tidak palsu,” kata Penny dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (4/3/2022).

Lantas, apa itu parasetamol dan sildenafil yang terkandung dalam produk kopi kemasan tersebut?

Seperti diberitakan Kompas.com, 16 Oktober 2021 lalu, parasetamol adalah obat untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam. Parasetamol atau acetaminophen dikemas dalam berbagai merek yang tersedia di toko obat.

Oleh karenanya, masyarakat diimbau untuk dapat cermat mengenai penggunaan dosis obat ini yang mungkin dapat berbeda setiap mereknya. Dilansir dari Drugs.com, kegunaan parasetamol adalah untuk mengobati berbagai kondisi, seperti nyeri otot, sakit kepala, radang sendi, sakit punggung, sakit gigi, dan umumnya parasetamol digunakan untuk menurunkan demam.

Adapun efek samping parasetamol, seperti dikutip dari WebMD, umumnya tidak mengalami efek samping serius. Reaksi efek samping obat parasetamol yang serius, biasanya jarang terjadi.

Namun, apabila mengalami gejala reaksi alergi serius, seperti muncul ruam, gatal, bengkak di wajah, lidah, atau tenggorokan, pusing yang parah, hingga sulit bernapas, maka segeralah mencari bantuan medis.

Dalam temuan kopi kemasan mengandung parasetamol dan sildenafil ini, BPOM menemukan ada lebih dari 30 kilogram dan bahan baku setengah jadi lebih dari 50 kilogram.

Selain parasetamol, bahan kimia obat lain yang terkandung dalam kopi kemasan yang ditemukan BPOM juga menemukan sildenafil. Untuk diketahui, sildenafil adalah obat yang umumnya digunakan untuk mengobati masalah fungsi seksual pria atau disfungsi ereksi, yakni sebagai obat impotensi, dikutip dari WebMD, Jumat (4/3/2022).

Obat ini, dalam kombinasi dengan rangsangan seksual, dan bekerja dengan meningkatkan darah ke penis untuk membantu pria mendapatkan dan mempertahankan ereksi.

Dengan kata lain, kegunaan sildenafil yang terkandung dalam kopi kemasan tersebut biasanya terdapat pada obat-obat viagra.

Obat sildenafil juga tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual, seperti HIV, hepatitis B, gonore maupun sifilis. BPOM menemukan kopi-kopi instan kemasan dalam operasi penindakan produk ilegal obat tradisional dan pangan yang mengandung bahan kimia obat, dan menemukan kopi tersebut beredar di Bandung dan Bogor. Dalam operasi tersebut, Penny mengatakan ada dua tersangka terkait pemalsuan izin edar BPOM dan fasilitas produksi ilegal. Terkait kopi kemasan mengandung parasetamol dan sildenafil ini, BPOM mengimbau agar masyarakat berhati-hati, walaupn ada tertera izin edar BPOM, namun bisa saja dipalsukan.

Penulis Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas | Editor Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

kutipan : kompas.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *