Kamis , 6 Mei 2021

Cerdaskan Netizen, Facebook Luncurkan Program Asah Digital

FB

Facebook meluncurkan program Asah Digital sebagai program untuk mencerdaskan warganet Indonesia dalam pengetahuan mereka terhadap literasi digital. Dalam program ini, Facebook menggandeng sejumlah pihak strategis untuk menyalurkan modul-modul Asah Digital seperti Siberkreasi, Yayasan Cinta Anak Bangsa, dan Persatuan Guru Republik Indonesia.

“Tujuannya itu untuk meningkatkan kesadaran digital masyarakat Indonesia secara luas. Kita sebelumnya ini sudah menjalankan program literasi digital yang kami sebut Think Before You Share, yang fokus di umur tertentu dengan topik tertentu,” kata Kepala Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Ruben Hattari, di Thamrin Nine Ballroom, Rabu (20/11/2019).

Meski diluncurkan hari ini, Ruben mengatakan program Asah Digital akan dijalankan sepanjang tahun 2020. Program ini menyasar kepada tiga golongan masyarakat yakni siswa, guru, dan orang tua.

“Untuk modul pelatihan untuk orang tua, kita menggandeng Siberkreasi. Ini adalah gerakan nasional literasi digital di Indonesia,” katanya.

Tambahnya, penyaluran modul untuk guru, Facebook bekerja sama dengan PGRI. Sementara, untuk siswa, Facebook menggandeng Yayasan Cinta Anak Bangsa. Menurutnya, program ini didesain khusus untuk masyarakat Indonesia. Program ini juga disediakan secara gratis untuk masyarakat.

“Program ini tidak hanya disampaikan secara offline, tetapi juga akan hadir secara online di platform asah digital dan akan disediakan secara gratis,” ungkapnya.

Modul yang disediakan Asah Digital sendiri bervariasi. Mulai dari modul yang paling sederhana seperti pengenalan internet hingga modul yang sudah lebih lanjut seperti pengendalian diri. Selain itu, menurut Ruben, karena modul ini didesain untuk masyarakat Indonesia, modul ini akan relevan dengan kehidupan bersosial media sehari-hari masyarakat Indonesia.

“Ada juga modul-modul yang sangat relevan dengan kehidupan kita saat ini. Bagaimana kita melindungi data pribadi kita, mendepankan privasi, bagaimana kita mengenal berita palsu, dan saya rasa itu modul yang sangat penting untuk semua lapisan masyarakat,” pungkasnya.

 sumber : Republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *