Kamis , 7 Juli 2022

Cerita Menteri Sri Mulyani Soal Calo Anggaran: Saya Lihat dan Rasakan Sendiri

Sebelum tahun 2007, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) memiliki citra buruk. Di sana kerap terjadi transaksional yang merugikan negara. Bahkan muncul calo-calo anggaran hingga tempat terjadinya praktik manipulasi.

“Saya melihat sendiri dan merasakan bagaimana KPPN itu tempat transaksional yang tidak bagus, muncul calo-calo anggaran, antrian ketidakpastian, dan manipulasi,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Arahan pada Hari Bakti Perbendaharaan ke-18 Tahun 2022, Jakarta, Kamis (27/1).

Keresahan tersebut akhirnya disikapi dengan melakukan reformasi. Membuat KPPN percontohan sebagai awal mula perbaikan. Perlahan tapi pasti, selama 4 tahun sejumlah perbaikan dilakukan.

“Pelajaran yang luar bisa sejak 2007-2011, sesudahnya KPPN menjadi lengkap. Saya harap itu tidak sekedar momen sejarah yang berlalu begitu saja bagi Dirjen Perbendaharaan,” kata dia.

Menteri Sri Mulyani ingin, perubahan tersebut diterjemahkan pada sikap para pegawai untuk bisa bekerja lebih baik lagi. Perkantoran perbendaharan menjadi wilayah bebas dari korupsi dan wilayah birokrasi yang baik.

“Saya ikut bangga dan selamat kepada jajaran Dirjen Perbendaharaan yang ikut berpartisipasi, menjadi pelaku dan menjadi inisiator buat terjadinya hal tersebut,” kata dia.

“Termasuk dirjen sebelumnya dan kanwil dan para kepala kantor yang telah membimbing dan transformasikan sehingga wajah Kementerian Keuangan berubah,” sambungnya.

Reformasi Tanpa Gejolak Berarti

Bendahara negara ini ikut bersyukur karena selama proses perubahan dan perbaikan di sistem internal tidak menimbulkan gejolak yang berarti. Apalagi proses transformasi dilakukan dalam kurun waktu yang tidak sebentar dan dengan berbagai peralihan seperti antar kabinet hingga antar pemerintahan.

“Ini prestasi dan patut Anda semua dicatat dan disampaikan karena tidak mudah mengubah sistem menjadi sistem yang baik dengan tanpa gejolak dan disrupsi di pelayanan,” kata dia.

Tak hanya harus diketahui masyarakat Indonesia, keberhasilan ini kata Menteri Sri Mulyani harus didengungkan kepada dunia internasional. Sebab banyak sekali negara dunia yang sedang, akan atau baru memulai perubahan tetapi gagal.

Sehingga cerita dari internal Kementerian Keuangan ini bisa menjadi inspirasi dan bukti perubahan sistem bisa dilakukan dan menghasilkan tata kelola yang akuntabel dan transparan.

[bim]

Reporter : Anisyah Al Faqir (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *