Kamis , 9 Desember 2021

Covid Inggris & Rusia ‘Meledak’, Begini Kronologinya

Sejumlah negara di dunia kembali mengalami ledakan Covid-19, meskipun dorongan vaksinasi gencar dilakukan. Inggris dan Rusia jadi salah satu negara yang mengalami hal tersebut.

Inggris sempat mencatat 49.156 kasus baru pada Senin (18/10/2021) lalu. Jumlah ini tertinggi sejak pertengahan Juli 2021. Sehari sebelumnya, Inggris mencatat 44.989 kasus infeksi.

Berdasarkan data Our World in Data pada 14 Oktober, Inggris sudah menyuntik satu dosis vaksin ke 73,8% populasi dan dua dosis ke 67,5% warga. Namun cakupan vaksin anak dan remaja masih tiga kali lebih rendah, dibanding Skotlandia.

Ini jadi tantangan bagi negara itu menjelang musim dingin yang trennya membuat kasus flu melonjak. Para ahli khawatir Covid-19 juga akan semakin naik, membebani rumah sakit dan menaikkan angka kematian.

Sementara itu, mengutip Johns Hopkins, beban kasus Inggris lebih tinggi menurut standar global. Di mana Inggris memiliki 589,68 insiden kasus baru per juta, dua kali lipat AS dan lima kali lipat Jerman.

Kasus di Inggris membuat mantan komisioner Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) Scott Gottlieb menyerukan penelitian mendesak tentang mutasi varian Delta Plus di negara tersebut. Ini dikatakannya seiring kenaikan kasus Covid-19 harian Inggris saat ini.

“Kami membutuhkan penelitian mendesak untuk mengetahui apakah Delta Plus ini lebih menular, memiliki penghindaran kekebalan parsial,” kata Gottlieb dalam tweet, dikutip Straits Times.

Kini negara asal Ratu Elizabeth tersebut mencatat total 8.541.192 kasus infeksi dan 138.852 kasus kematian sejak munculnya pandemi, berdasarkan data Worldometers.

Sementara kasus infeksi Covid-19 harian di Rusia melonjak tinggi dalam lima hari terakhir. Jumlahnya naik lebih dari 70% dibandingkan total infeksi harian bulan lalu.

Gugus tugas virus corona nasional Rusia mencatat 34.325 infeksi harian baru pada Senin lalu. Jumlah ini naik dibandingkan dengan 20.174 yang dilaporkan pada 19 September sebelumnya.

Terlepas dari jumlah korban yang meningkat, Kremlin mengesampingkan pilihan penguncian nasional. Sebaliknya, mereka mendelegasikan untuk menegakkan pembatasan virus corona kepada otoritas regional.

Kota Saint Petersburg mengumumkan pengetatan pembatasan dan mengumumkan aturan terkait akses warga pada acara yang ramai, sebagaimana dilaporkan AFP.

Wakil Gubernur Boris Piotrovski mengatakan dalam sebuah posting Telegram jika orang perlu menunjukkan kode batang QR untuk masuk ke acara olahraga dan budaya, yang hanya diberikan kapasitas untuk berkumpul dengan 40 orang, mulai 1 November mendatang.

Hanya orang yang telah divaksinasi lengkap atau yang memiliki tes Covid negatif dalam 72 jam terakhir yang menerima kode QR. Sementara mulai 15 November, pembatasan itu akan diperluas ke kolam renang, pusat kebugaran, teater, bioskop, museum, dan sirkus dan diperluas ke restoran dan toko di 1 Desember.

Tetapi kafe di stasiun dan bandara, begitu juga apotek dan toko yang menjual makanan akan dikecualikan dari aturan pembatasan. Pemerintah kota juga merekomendasikan agar semua pengusaha menerapkan teleworking (WFH) untuk staf mulai 1 November.

Sementara itu, pihak berwenang Rusia masih mencoba untuk mempercepat laju vaksinasi. Sejumlah hadiah diberikan mulai dari lotere, bonus, dan insentif lainnya.

Namun skeptisisme vaksin yang meluas di antara warga dan sinyal bertentangan di antara para pejabat menghalangi upaya tersebut. Pemerintah mengatakan minggu ini, sekitar 43 juta orang Rusia atau sekitar 29% dari hampir 146 juta penduduk negara itu, telah divaksinasi sepenuhnya.

Rusia kini tercatat memiliki total 8.094.825 kasus infeksi dan 226.353 kasus kematian, menurut data Worldometers.

(sef/sef) Thea Fathanah Arbar, CNBC Indonesia

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *