Senin , 18 Oktober 2021

Daerah Keluhkan Stok Vaksin Habis, Kemenkes Sebut Persediaan Tidak Cukup

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, selama persediaan vaksin tidak tercukupi, ketimpangan vaksinasi di daerah akan terus terjadi. Pernyataan ini sebagai tanggapan atas keluhan daerah-daerah mengalami kehabisan stok vaksin.

“Iya, akan ada gap antara animo dengan ketersediaan vaksin,” ucap Nadia kepada merdeka.com, Sabtu (24/7).

Dia menuturkan, kondisi ini bisa terjadi karena secara prinsip, vaksinasi massal kepada masyarakat tanpa pengkategorian dimulai sejak Juli. Jumlah total vaksin yang tersedia saat ini ada 130 juta dosis, sementara kebutuhan vaksinasi sebanyak 426 juta dosis.

“Jadi jelas ada gap di sini,” ucapnya.

Selain itu, ada beberapa faktor lain penyebab ketimpangan vaksin di daerah selain Jakarta yaitu proses distribusi ke daerah-daerah terutama yang ada penyekatan ataupun kendala geografis.

Kemudian, imbuh Nadia, saat ini Kementerian Kesehatan masih menunggu kedatangan vaksin sesuai total kebutuhan. Lalu, produksi vaksin jadi di Bio farma antara 3 sampai 5 juta dosis, proses pengendalian mutu di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Diketahui beberapa stok vaksin di daerah seperti di Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatera Selatan, Depok, dan beberapa daerah mengalami kekurangan stok vaksin. Akibatnya, program percepatan vaksinasi terancam terhambat.

Per 24 Juli 2021, data penerima vaksinasi dosis pertama sebesar 44.107.926 orang. Sedangkan dosis kedua sebesar 17.475.996 orang.

Reporter : Yunita Amalia (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *