Senin , 18 Oktober 2021

Disdik Sulsel Pertanyakan Survei Kemendikbud Ristek Soal Klaster Covid-19 Selama PTM

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) merilis hasil survei sekolah yang menjadi klaster Covid-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM). Dari data Kemendikbud Ristek menyebutkan ada 33 sekolah di Sulawesi Selatan (Sulsel) melaksanakan PTM menjadi klaster Covid-19.

Sekretaris Dinas Pendidikan Sulsel, Hery Sumiharto mengaku tidak mengetahui tentang adanya hasil survei Kemendikbud Ristek yang menyebabkan ada 33 sekolah di Sulsel yang melaksanakan PTM menjadi klaster Covid-19. Bahkan dia mempertanyakan data tersebut.

“Data dari mana itu?. Saya tidak tahu dari mana itu beritanya di Sulsel ada 33 sekolah yang menggelar PTM menjadi klaster Covid-19,” ujarnya kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Senin (27/9).

Ia megungkapkan sejumlah sekolah di Sulsel memang pernah menjadi klaster Covid-19, tetapi kejadian tersebut sudah lama. Ia memperkirakan 33 sekolah yang menjadi klaster jenjang Sekolah Dasar (SD).

“Memang ada beberapa, tapi itu kan yang dulu dulu sekali. Tidak ada laporan, mungkin SD atau apa,” ucapnya.

Hery berharap setelah Kota Makassar masuk zona kuning, sejumlah sekolah bisa melaksanakan PTM. Ia menegaskan pelaksanaan PTM terbatas bisa diterapkan dengan protokol kesehatan (prokes) ketat.

“Langkah selanjutnya yang kita kerjakan adalah bagaimana memaksimalkan vaksinasi di seluruh sekolah,” ucapnya.

Sekadar diketahui, berdasarkan data dari survei internal Kemendikbud Ristek yang dipublikasikan pada laman https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/kesiapanbelajar/ per Kamis, 23 September 2021, tercatat ada 1.303 sekolah menjadi klaster Covid-19 atau 2,77 persen dari 47.005 sekolah yang mengisi survei. Dari angka tersebut, tercatat ada 7.287 guru dan 15.456 siswa terpapar Covid-19.

Dari angka tersebut, tercatat ada 7.287 guru dan 15.456 siswa terpapar Covid-19. Data Kemendikbud Ristek, terdapat 33 sekolah yang melaksanakan PTM terbatas di Sulsel juga menjadi klaster Covid-19. Meski demikian, Kemendikbud Ristek tidak merinci sekolah mana saja yang menjadi klaster penyebaran virus tersebut.

Diketahui, Disdik Sulsel mencatat sudah 633 Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat telah melakukan PTM terbatas. Namun dari 24 kabupaten/kota di Sulsel, masih ada dua daerah yang belum melakukan PTM pada tingkat satuan SMA/sederajat, yakni Kabupaten Gowa dan Kota Palopo. [fik]

Reporter : Ihwan Fajar (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *