Sabtu , 28 Mei 2022

Dukung Konversi Kompor LPG, PLN Sosialisasi Kompor Induksi kepada Tim Penggerak (TP) PKK Kab./Kota se Provinsi Sulawesi Selatan

Biaya Memasak Kompor Induksi lebih hemat dibanding Kompor LPG

Makassar, 12 Desember 2021 – PLN berkomitmen untuk mendukung Program pemerintah terkait konversi kompor LPG ke kompor induksi di Indonesia, salah satunya dengan melakukan sosialisasi Pemanfaatan dan Penggunaan Kompor Induksi kepada Tim Penggerak (TP) PKK Kab./Kota se Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, pada Jumat (10/12).

Acara dengan tema Bimbingan Teknis Konservasi Energi, diselenggarakan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Sulawesi Selatan serta dihadiri 60 Perwakilan Tim Penggerak (TP) PKK Kab./Kota se Provinsi Sulawesi Selatan dilaksanakan dari tanggal 8-12 Desember 2021.

Manager Customer Experience PLN Unit Induk Wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat, Hardi mengatakan selain mendukung Program Pemerintah, Kompor Induksi dapat mendorong gaya hidup serba listrik atau “Electrifying Lifestyle” untuk kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Salah satunya dengan mendorong penggunaan kompor induksi, untuk kebutuhan rumah tangga sehari-harinya,” katanya dihadapan 60 Perwakilan Tim Penggerak (TP) PKK Kab./Kota

Hardi menambahkan penggunaan kompor induksi di dapur rumah tangga, nantinya akan aman, mudah, dan efisien.

“Kompor induksi memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan dengan kompor konvensional,” ujarnya.

Kompor ini relatif aman apabila disentuh, karena kompor induksi bekerja ketika alat masak diletakkan di atas kompor, lalu arus listrik bolak-balik dilewatkan dari dalam badan kompor melalui gulungan kawat.

Panas yang dihasilkan langsung dialirkan ke alat masak, sehingga ketika bersentuhan dengan anggota tubuh, tidak terasa panas

Keuntungan lainnya, kompor listrik mudah dibersihkan. Dari sisi waktu memasak juga lebih hemat karena kompor induksi memungkinkan penyebaran panas yang lebih merata ketimbang kompor gas.

Hal ini memungkinkan aktivitas memasak lebih cepat, sehingga hemat waktu.

“Waktu masak yang lebih cepat akan membuat kompor induksi lebih hemat penggunaan energi daripada gas,” ujarnya.

Dari sisi penggunaan, kompor induksi juga lebih murah dibandingkan dengan kompor LPG. Hasil uji coba menunjukan, untuk memasak 1 liter air menggunakan kompor induksi 1.200 watt hanya memerlukan biaya sebesar Rp 158, sementara dengan kompor elpiji tabung 12 kilogram sekitar Rp 176. Sehingga dengan pola memasak rata-rata masyarakat di Indonesia menggunakan gas LPG 11,4 kg per bulan, terjadi penghematan Rp 28.500,- dari biaya memasak setiap bulan.

“Besar harapa kami, ibu-ibu PKK di Provinsi Sulawesi Selatan, baik kota dan kabupaten dapat mengajak masyarakat untuk menggunakan kompor induksi, dikarenakan sangat aman dan mudah digunakan saat memasak,” ujar Bendahara Tim Penggerak (TP) PKK Kab./Kota se Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rahmania Malik.

KONTAK :
Eko Wahyu Prasongko
Manager Komunikasi & TJSL PLN Unit Induk Wilayah Sulselrabar
Tlp. (0411) 444488 ext 105
Email. [email protected]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *