Sabtu , 28 Mei 2022

Era Big Data, Precision Marketing Meningkat di Indonesia

Asia Pasifik siap akan pertumbuhan pemasaran berbasis data atau precision marketing dengan meningkatnya basis dua miliar pengguna online dan perkiraan kenaikan anggaran iklan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, demikian menurut laporan terbaru oleh perusahaan pengukuran global Nielsen.

Laporan Nielsen, A Digital Giant Awakens, yang menyurvei para pemimpin pemasaran di Asia Pasifik mengenai strategi dan perencanaan implementasi level berikutnya mengungkapkan bahwa investasi dalam precision marketingkemungkinan besar akan meningkat dalam dua belas bulan ke depan dari 14% anggaran pemasaran menjadi sekitar seperlima dari pengeluaran anggaran pemasaran (19%) melebihi social network, search, dan mobile melalui aplikasi yang lebih baru.

Dalam enam bulan ke depan, tiga platform teratas di mana para pengiklan di kawasan Asia Pasifik akan mengalokasikan pengeluaran pemasarannya adalah Facebook/Instagram (60%), Google/Youtube (43%) dan mobile (42%).

Sementara itu, investasi dalam aplikasi canggih semakin meningkat, terutama untuk data-science/modelling (36%), data pihak ketiga yang berkualitas tinggi (32%) dan analitik untuk mengukur ROI (28%).

Survei yang dilakukan kepada para pengiklan terkemuka di Asia Pasifik ini menemukan bahwa precision marketing memungkinkan pengiklan memahami perjalanan pembelian konsumen, komunikasi yang dipersonalisasi, dan pembuatan profil konsumen. Faktor-faktor kunci yang mempercepat kemajuan pemasaran presisi adalah termasuk di dalamnya yaitu kualitas dan keandalan data yang lebih baik, demonstrasi ROI yang jelas untuk pengiklan, dan pendidikan lanjut untuk menjadi yang terdepan.

Managing Director, Media, Asia Utara, Nielsen, Ranjeet Laungani, menyatakan bahwa dengan kemajuan teknologi dan popularitas media digital, ada ruang yang sangat besar untuk pertumbuhan precision marketing di seluruh Asia Pasifik.

Precision marketing mampu mendorong aplikasi pemasaran dari analitik prediktif dan hasil forecast, dan sangat disarankan pengiklan mempertimbangkannya ke dalam perbendaharaan alat-alat terbaru mereka,” kata dia di Jakarta, belum lama ini.

Laporan ini menyorot Data Management Platforms (DMPs) sebagai teknologi penting untuk pengiklan agar berhasil menerapkan precision marketing dalam strategi keseluruhan mereka. Platform tersebut mengelola dan menyatukan berbagai aliran data konsumen yang berbeda dan membantu membuat profil konsumen dan pengiriman pesan yang ditargetkan sehingga mengurangi pemborosan untuk biaya media.

Yang masih menjadi tantangan bagi para pengiklan adalah bagaimana menunjukkan keberhasilan yang cepat selama tahap awal keterlibatan DMP. Data science dan kecakapan analitik adalah atribut teratas yang dicari oleh para pengiklan di Asia Pasifik saat mengevaluasi sebuah platform manajemen data.

“Saat ini belum banyak yang berinvestasi untuk precision marketing. Namun, memperluas ekosistem ahli, keberadaan set data berkualitas tinggi, dan menyajikan lebih banyak kisah sukses akan meningkatkan kepercayaan diri dan adopsi dalam industri. Kekosongan dalam kesadaran dan pendidikan dapat diisi oleh agensi, pemilik media, dan pengiklan dengan melihat potensi jangka panjang dan jangka pendek dari pemasaran presisi,” tambah Laungani.

sumber : republika

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *