Kamis , 21 Oktober 2021

Hal-hal yang harus diketahui tentang vaksin Covid-19 dosis ketiga, penting tahu!

Lonjakan kasus infeksi virus Corona semakin meningkat. Kondisi ini tetap terjadi meskipun banyak orang telah mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua. 

Melihat hal tersebut, pemerintah pun mulai melakukan pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga sebagai booster. 

Data dari Pusat Pencegahan dan Perlindungan Penyakit AS (CDC) juga menyatakan bahwa pemberian vaksin dosis ketiga ini bertujuan untuk memperpanjang efektivitas vaksin itu sendiri. 

Penelitian menunjukkan bahwa perlindungan yang dibuat oleh dua vaksin mRNA – Pfizer dan Moderna – terhadap Covid-19 mungkin memudar setelah beberapa bulan. Hal tersebut kemungkinan besar juga berlaku untuk jenis vaksin lainnya. 

Penelitian yang dilakukan di Israel juga menunjukan bahwa orang-orang yang telah mendapatkan vaksin Pzifer lebih awal juga rentan terinfeksi virus Corona. Misalnya, pasien yang divaksinasi pada Januari 2021 memiliki kemungkinan 2,26 kali lebih besar untuk tertular Covid-19 daripada mereka yang divaksinasi pada April 2021. 

“Uji coba vaksin mRNA menunjukkan kepada kita bahwa vaksin tersebut efektif hingga 94 persen dalam melindungi pasien dari infeksi,” kata Thaddeus Stappenbeck, pakar penyakit menular. 

Menurut Stappenbeck, efektivitas Vaksin Covid-19 tersebut mulai memudar sekitar enam bulan pada sebagian orang. 

Bagaimana mengetahui efektivitas vaksin berkurang? 

Menurut Stappenbeck, tidak ada cara mudah untuk mengukur apakah efektivitas vaksin yangAnda dapatkan telah memudar, terutama jika Anda berada dalam kondisi tubuh yang prima. 

“Ada banyak hal yang memengaruhi imunitas manusia, bukan hanya tentang jumlah antibodi terhadap virus tertentu yang Anda miliki dalam aliran darah. Ada kekebalan berbasis seluler juga, dan itu lebih sulit untuk diukur,” ucap Stappenbeck.

Covid-19 ini disebabkan oleh virus baru. Hal inilah yang menjadi tantangan besar para peneliti. 

“Uji coba vaksin mRNA menunjukkan kepada kita bahwa vaksin tersebut efektif hingga 94 persen dalam melindungi pasien dari infeksi,” kata Thaddeus Stappenbeck, pakar penyakit menular. 

Menurut Stappenbeck, efektivitas Vaksin Covid-19 tersebut mulai memudar sekitar enam bulan pada sebagian orang. 

Bagaimana mengetahui efektivitas vaksin berkurang? 

Menurut Stappenbeck, tidak ada cara mudah untuk mengukur apakah efektivitas vaksin yangAnda dapatkan telah memudar, terutama jika Anda berada dalam kondisi tubuh yang prima. 

“Ada banyak hal yang memengaruhi imunitas manusia, bukan hanya tentang jumlah antibodi terhadap virus tertentu yang Anda miliki dalam aliran darah. Ada kekebalan berbasis seluler juga, dan itu lebih sulit untuk diukur,” ucap Stappenbeck.

Covid-19 ini disebabkan oleh virus baru. Hal inilah yang menjadi tantangan besar para peneliti. 

Di Indonesia, vaksin Covid-19 yang umum digunakan adalah vaksin Sinovac. Berdasarkan data Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI melakukan kajian cepat keefektifan vaksinasi Sinovac terhadap infeksi Covid-19 baik perawatan maupun kematian. 

Vaksinasi Sinovac dosis lengkap terbukti bisa menurunkan atau bisa mengurangi risiko Covid-19 hingga 94%. Data tersebut juga menunjukkan bahwa pemberian vaksinasi lengkap 2 dosis bisa menurunkan risiko terinfeksi COVID-19 dan mencegah kematian. 

Tak hanya itu, pemberian vaksinasi Sinovac 2 dosis dapat mencegah sekitar 96 persen risiko perawatan karena Covid-19, juga mencegah sebesar 98 persen kematian karena Covid-19. 

Data dari CDC menyebutkan bahwa vaksin dosis ketiga sebaiknya diberikan untuk orang dengan kondisi berikut: 

  • Pasien yang menerima perawatan kanker aktif.
  • Pasien transplantasi organ.
  • Pasien transplantasi sel induk baru-baru ini.
  • Pasien dengan infeksi HIV lanjut atau tidak diobati.
  • Pasien dengan defisiensi imun sedang atau berat.
  • Pasien yang dirawat dengan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. 

Mengingat jumlah vaksin yang masih terbatas di Indonesia, pemerintah saat ini hanya memberikan vaksin Covid-9 dosis ketigauntuk tenaga kesehatan saja karena mereka termasuk kelompok berisiko tinggi. 

Sementara itu, CDC dan semua lembaga kesehatan berwenang berencana akan menetapkan jadwal yang pemberian vaksin dosis ketiga setelah delapan bulan pemberian vaksin dosis kedua. 

Menurut Stappenbeck, pemberian vaksin dois ketiga ini bukan hal yang harus dilakukan kecuali Anda adalah pasien dengan gangguan kekebalan. 

Untuk melindungi diri sendiri dan orang sekitar, cara terbaik adalah tetap melaksanakan protokol kesehatan meskipun Anda sudah mendapatkan vaksin dosis kedua. 

Bagi Anda yang memenuhi syarat vaksin dan belum mendapatkannya, ada baiknya Anda segera melakukan vaksinasi. Sebab, vaksin masih menjadi cara gratis dan terbaik untuk segera mengakhiri pandemi ini. 

“Semua data dunia nyata menunjukkan bahwa vaksin itu efektif melawan varian delta dan itu adalah perlindungan terbaik yang Anda miliki,” tambah Stappenbeck.


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Tentang Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga yang Harus Kamu Ketahui
Penulis : Ariska Puspita Anggraini
Editor : Ariska Puspita Anggraini (kontan)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *