Sabtu , 28 Mei 2022

Harga Naik, Kementan: Produksi Telur Hingga Akhir Tahun Normal

Kementerian Pertanian (Kementan) menyampaikan produksi telur hingga akhir tahun ini dalam kondisi normal meski di tengah lonjakan harga di tingkat konsumen. Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementan, Nasrullah mengatakan, sejauh ini tidak langkah pengurangan produksi sekalipun harga telur pernah anjlok beberapa waktu lalu.”Di hulu produksi cukup dan tidak ada pengurangan pasokan,” kata Nasrullah Senin (27/12).

Berdasarkan data prognosis produksi telur ayam Kementan, produksi telur ayam hingga akhir tahun ini mencapai 5,15 juta ton sementara total kebutuhan masyarakat mencapai 4,9 juta ton. Dengan kata lain terdapat surplus sekitar 241,4 ribu ton.

Sementara itu, statistik harga Kementan mencatat, rata-rata harga telur ayam ras di tingkat produsen per 27 Desember 2021 mencapai Rp 24.270 per kg, naik 2,45 persen dari hari sebelumnya yang sebesar Rp 23.690 per kg. Adapun harga dari tingkat produsen itu sudah lebih tinggi dari acuan pemerintah sebesar Rp 19 ribu-Rp 21 ribu per kg.

Nasrullah mengatakan, pada momen akhir tahun ini, perlu adanya koordinasi yang lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah serta para pemangku kepentingan lainnya.”Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang terus mengingatkan kita berkomitmen pada pemenuhan pangan bagi 273 juta rakyat Indonesia adalah prioritas yang harus dipenuhi,” ujarnya.

Sebagai informasi, data Informasi Pangan Jakarta pada Senin (27/12) mencatat rata-rata harga telur ayam ras di Ibu Kota tembus hingga Rp 31.184 per kg, naik Rp 907 per kg dari hari sebelumnya.

Sementara itu, harga rata-rata nasional berdasarkan data terakhir Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok, Kementerian Perdagangan (Kemendag) Jumat (24/12), telur ayam ras dihargai Rp 28.600 per kg. Harga tersebut naik 2,88 persen dari hari sebelumnya sebesar Rp 27.800 per kg.

Harga telur ayam ras di level konsumen saat ini setidaknya sudah naik lebih dari 25 persen dibanding harga acuan yang sebesar Rp 24 ribu per kg.

Direktur Bahan Pokok dan Penting, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Kemendag, Isy Karim, mengatakan, kenaikan harga telur saat ini lebih karen adanya kenaikan harga pakan dan tingginya permintaan.

Kenaikan permintaan saat ini juga berkaitan dengan momen libur natal dan tahun baru di mana biasanya terjadi peningkatan konsumsi pangan. Karena itu, Kemendag meyakini kenaikan harga saat ini tidak akan berlangsung dalam waktu panjang.  “Perkiraam kami tidak (akan lama),” katanya.

Ia  menjelaskan, untuk membantu masyarakat menengah ke bawah, pemerintah telah memasukkan komoditas telur untuk bantuan sosial. Melalui bantuan tersebut diharapkan beban masyarakat kecil dapat terbantu.

Rep: dedy darmawan nasution/ Red: Hiru Muhammad (republika)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *