Kamis , 21 Oktober 2021

Infeksi Harian Covid-19 Dekati 40.000 Orang, Berapa Sisa Anggaran PEN Saat Ini?

Kasus Covid-19 terus bertambah dengan angka yang memprihatinkan. Pemerintah berargumen penambahan kasus dipicu oleh perluasan testing yang dilakukan di masyarakat. Pada Minggu, 11 Juli 2021, kasus Corona harian mencapai 36.197 orang, kembali meningkat dari sebelumnya 35.094 orang pada 10 Juli 2021.

Sebelumnya, Kementerian Keuangan mencatat realisasi anggaran PEN hingga 18 Juni 2021 sebesar Rp 226,63 triliun atau 32,4 persen dari pagu yang ditetapkan sebesar Rp 699,43 triliun.

Artinya, posisi sisa anggaran mencapai sebesar Rp472,8 triliun hingga akhir tahun.

Adapun, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebutkan pemerintah akan mengucurkan total anggaran tambahan sebesar Rp225,4 triliun, dari pagu semula sejumlah Rp699,43 triliun.

Menko Airlangga membeberkan anggaran yang ditambah antara lain untuk penanganan kesehatan sebesar Rp120,72 triliun, program prioritas Rp10,98 triliun, perlindungan sosial Rp28,7 triliun, insentif usaha Rp15,1 triliun, dan stimulus Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Rp50,04 triliun.

“Dengan adanya PPKM Darurat ada usulan tambahan anggaran sebesar Rp225,4 triliun,” kata Menko Airlangga. Dengan demikian, pemerintah seharusnya telah mengamankan dana sebesar Rp698,2 triliun untuk penanganan Covid-19.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu menegaskan bahwa pemerintah tidak ada masalah dengan dana dalam penanganan Covid-19, termasuk saat terjadi lonjakan kasus seperti saat ini.

Tahun ini pun, kenaikan anggaran PEN terulang, meski tidak signifikan seperti tahun lalu dan pemerintah masih bisa bebas dalam mengelola anggaran. Kondisi tersebut, tambah Febrio, memberikan gambaran bahwa pemerintah sangat adaptif. Negara tahu tantangan dan ketidakpastian masih terus ada.

“Saat ini kita sudah melakukan respons yang antisipatif dan fleksibel cepat. Kita pastikan uang tidak ada masalah. Lalu kalau ada perlu tambahan lagi, ini harus kita pegang. Kata kuncinya adalah fleksibel,” jelasnya. Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B. Pandjaitan mengatakan pihaknya telah mempersiapkan skenario kasus harian hingga 40.000 orang per hari.

Oleh karena itu, dia menyiapkan berbagai langkah, termasuk kecukupan oksigen. “Jadi semua kekuatan saya kira kita kerahkan. Sekarang kami sudah membuat skenario bagaimana kalau kasus ini 40.000. Kita sudah hitung worst case scenario, lebih dari 40.000 bagaimana nanti suplai oksigen, bagaimana supaya obat, bagaimana suplai rumah sakit, semua sudah kami hitung,” katanya usai rapat terbatas virtual dilansir laman Setkab, Selasa (7/7/2021).

Hadijah Alaydrus, Jaffry Prabu Prakoso & Rayful Mudassir – Bisnis.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *