Kamis , 21 Oktober 2021

Ini Dia Huawei HongMeng, OS Pengganti Google Android

Huawei Technologies secara resmi meluncurkan OS HongMeng pada Jumat kemarin (9/8/2019) yang akan menggantikan Google Android di perangkat Huawei. Di Inggris, sistem operasi atau OS ini akan bernama HarmonyOS.

OS ini diperkenalkan CEO Divisi Konsumer Huawei Richard Yu dalam acara Huawei Developer Conference di Dongguan. Richard Yu mengatakan sistem operasi ini dapat digunakan di berbagai perangkat mulai dari smartphonespeaker pintar bahkan sensor, seperti dikutip dari CNBC International.

Produk pertama yang akan menikmati OS ini adalah screen smart seperti televisi pada akhir tahun ini. Selama 3 tahun ke depan, sistem operasi akan digunakan pada perangkat lain, termasuk perangkat yang dapat dikenakan dan unit kepala mobil.

HongMeng menjadi jawaban atas keputusan Pemerintah AS yang memasukkan Huawei ke dalam daftar hitam (blacklist). Akibat kebijakan ini Google memutuskan untuk tak lagi melinsensi Android dan mengirimkan update software pada perangkat Huawei. Kebijakan ini akan berlaku mulai 17 Agustus 2019.

Sejatinya, HongMeng bukan OS yang ujug-ujug muncul. Memiliki OS sendiri sudah menjadi rencana Huawei dari sejak lama. Namun Sanksi AS membuat peluncuran HongMeng dikebut.

South China Morning Post melaporkan, ide membuat OS sendiri ini ternyata digagas 7 tahun lalu di sebuah vila yang menghadap ke sebuah danau di Shenzhen, China. Ketika itu, kelompok kecil eksekutif Huawei Technologies yang dipimpin oleh pendiri Ren Zhengfei mengadakan pertemuan tertutup yang berlangsung selama beberapa hari.

Di sana mereka bertukar pikiran tentang bagaimana Huawei harus menanggapi meningkatnya keberhasilan Google Android di seluruh dunia, OS yang mereka gunakan di ponsel Huawei. Mereka khawatir ketergantungan pada Android dapat membuat perusahaan rentan terhadap larangan AS di masa depan.

Kelompok itu sepakat bahwa Huawei harus membangun OS sendiri sebagai alternatif potensial dari Android, ujar sumber yang menolak diidentifikasi. Pertemuan ini kemudian disebut “pembicaraan tepi danau”. Sejak tahun lalu akses ke dokumen yang berkaitan dengan pertemuan ini dibatasi.

Sistem Ini Dikerjakan secara Diam-diam

Pasca-pertemuan itu, maka dibentuk tim spesialis OS yang dipimpin para eksekutif termasuk Eric Xu Zhijun, yang saat ini menjabat sebagai Rotating Chairman di Huawei. Tim ini bekerja secara rahasia.

Ada zona khusus yang dibuat di dalam Huawei untuk menampung tim OS dengan penjaga di depan pintu. Hanya karyawan tim OS yang memiliki akses tersendiri yang bisa memasuki ruangan khusus tersebut. Ponsel pribadi tidak diizinkan dan harus disimpan di loker luar.

Proyek OS pun menjadi bagian penting dari Huawei 2012 Laboratories, yang berfungsi sebagai pusat inovasi, penelitian dan pengembangan teknologi perusahaan.

Laboratorium, diisi oleh para sarjana dan peneliti Huawei ini ditujukan untuk mendorong inovasi mutakhir meskipun menghabiskan miliaran yuan tiap tahun tanpa kontribusi langsung pada keuntungan perusahaan.

Sebagian besar hasil laboratorium tersebut tidak banyak diketahui publik. Namun belakangan Huawei mengakui akan adanya laboratorium tersebut.

“Seperti yang telah kami sampaikan sebelumnya, Huawei memang memiliki sistem cadangan tetapi hanya digunakan dalam keadaan khusus. Kami sepenuhnya mendukung sistem operasi mitra kami. Kami senang menggunakannya dan pelanggan kami senang menggunakannya, “kata juru bicara Huawei dalam tanggapan melalui email.

Lebih cepat dari Android

Sebelum HongMeng atau HarmonyOS diluncurkan banyak desas desus soal OS yang akan digunakan Huawei. Dikabarkan Huawei ingin menggunakan OS Rusia bernama Avrova dan Portugal bernama Aptoide, sebagai pengganti Android, seperti dikutip dari GSMArena.


Di Eropa dan beberapa negara lain, Huawei mendaftarkan paten untuk operating sistemnya dengan nama HUAWEI ARK OS, HUAWEI ARK, ARK dan OS ARK ke komite kekayaan intelektual Uni Eropa atau EUIPO. Permohonan ini dimasukkan pada 24 Mei lalu. 
 
Wakil Presiden Urusan Publik dan Komunikasi Huawei Technologies Andrew Williamson mengatakan Huawei ‘sedang’ mempersiapkan merek dagang Hongmeng, yang kemungkinan telah diluncurkan ke 1 juta perangkat di China.

Sumber Huawei Central mengatakan Hongmeng menggunakan arsitektur yang berbeda dari Android dengan berbasis pada Linux. Huawei baru ini dikembangkan bersama dengan perwakilan Tencent, Oppo dan vivo. Mereka mengklaim bahwa OS-nya sekitar 60% lebih cepat daripada Android milik Google.

 
Google Rugi Banyak

Pendiri sekaligus CEO Huawei Ren Zhengfei mengatakan jika Huawei tidak bisa lagi menggunakan Android maka Google berpotensi kehilangan 700-800 juta pengguna.

“Google memiliki kepentingan yang sama dan jika kami tidak bisa menggunakan system Google maka Google akan kehilangan 700-800 juta pengguna di masa depan,” ujarnya ketika wawancara dengan CNBC International dan dikutip Gizmochina.

 
Ren Zhengfei menambahkan Huawei tidak ingin menggantikan operating system (OS) Android karena akan memperlambat pertumbuhan bisnis. Namun, bila akses dibatasi maka Huawei menggunakan OS yang dikembangkan sendiri untuk menggantikannya dan bisnis akan kembali.
 
sumber : cnbc Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *