Selasa , 5 Juli 2022

Jelang Pilpres Timor Leste, Indonesia Diminta Perketat Perbatasan

Pemerintah Indonesia dan Timor Leste menggelar rapat koordinasi pengamanan bersama di perbatasan, Rabu (16/3). Rapat digelar jelang pemilihan presiden (Pilpres) Timor Leste, Sabtu (19/3).

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua KA Halim dalam siaran persnya menyatakan, rapat digelar di Pos Batugade, Timor Leste. Rapat turut dihadiri Dandim 1605/Belu Letkol Inf Wiji Untoro, Kapolres Belu AKBP Yosep Krisbiyanto, Dansatgas Pengamanan Perbatsan RI-RDTL Yonif 743/PSY Letkol Inf Andi Lulianto, Koordinator PLBN Motaain Badan Nasional Pengelola Perbatasan Engelberthus Klau, dan Konsul Timor Leste di Kupang, Konsul Timor Leste di Atmbua, Unidade Patrolhamento de Frointeras (UPF), FFDTL, dan Imigrasi Timor Leste.

Imigrasi selaku pihak yang mengawasi perlintasan orang di perbatasan menyampaikan, ada delapan titik yang menjadi perlintasan yang telah disepakati bersama antara kedua negara. Empat di antaranya pos lintas batas nasional terpadu (PLBNT) dan empat pos tradisional.

KA Halim mengatakan, pos tradisional perlu mendapat perhatian karena sangat rawan dilewati pelintas ilegal. Hal ini menjadi perhatian karena Timor Leste akan menggelar pemilu.

“Kerja sama Indonesia dan Timor Leste yang telah berjalan dengan baik kiranya terus ditingkatkan. Pihak imgrasi juga siap untuk meningkatkan pengawasan kepada warga negara asing yang akan melintas dari Indonesia ke Timor Leste maupun sebaliknya,” ungkapnya.

Pematangan Pengawasan Perbatasan

Konsul Timor Leste di Kupang Jesuino Dos Reis Matos de Carvalho mengatakan, pertemuan itu sebagai bentuk koordinasi antara Indonesia dan pihak Timor Leste, untuk pemantapan pengawasan perbatasan menjelang pemilihan Presiden Timor Leste.

Mewakili pihak keamanan Timor Leste, Komandan UPF Pos Batugade Euclideus Belo menambahkan, pihak Timor Leste meminta bantuan kepada Imigrasi, TNI-Polri dan semua instansi terkait yang bertugas di perbatasan RI-RDTL, untuk meningkatkan pengawasan. Mereka berharap tidak ada perlintasan ilegal yang terjadi selama proses pemilihan presiden.

Euclideus juga menyampaikan terima kasihnya kepada pihak Imgrasi, karena sudah membantu proses pemulangan sekitar 700 warga Timor Leste pada Agustus dan September lalu.

“Kami pihak keamanan dan Imigrasi Timor Leste akan terus meningkatkan pengawasan agar hal serupa tidak lagi terjadi, dan akan melakukan pembinaan dan memproses secara hukum warga kami yang melintas secara ilegal ke wilayah Indonesia,” tutupnya. [yan]

Reporter : Ananias Petrus

kutipan : merdeka.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *