Kamis , 7 Juli 2022

JHT Hak Buruh, Negara Tak Boleh Menahan

Pengamat Kebijakan Publik, Trubus Rahardiansyah menyebut bahwa negara tidak boleh menahan dana masyarakat yang disimpan dalam bentuk Jaminan Hari Tua (JHT). Sebab, JHT merupakan hak para pekerja dan buruh setelah dia bekerja bertahun-tahun.

“JHT ini kn hak buruh, negara tidak boleh mengatur dan menahan,” kata Trubus dalam diskusi bertajuk Quo Vadis JHT, Jakarta, Sabtu (19/2).

Memang kata Trubus niat pemerintah baik. Penundaan pencairan JHT bertujuan untuk menjamin kehidupan masa tua seseorang. Ini juga sebagai bentuk kedisiplinan karena bila tidak diatur, khawatir tujuan adanya JHT tidak tercapai.

Namun seseorang yang menarik dana JHT 100 persen sebelum usia 56 tahun pasti memiliki tujuan. Baik itu untuk di jadikan modal usah atau kebutuhan lain seprti menyambung hidup. Mengingat saat ini banyak pegawai yang menjadi korban PHK. Pesangon atau tabungan sudah terkuras habis karena belum mendapatkan pekerjaan.

“Situasi ini kan orang sedang panas akibat pandemi sehingga membuat masyarakat lebih cepat emosi,” kata dia.

Pertimbangkan Kondisi Masyarakat

Untuk itu, dalam pengambilan kebijakan pemerintah seharusnya mempertimbangkan kondisi masyarakat. Mencari waktu yang tepat agar kebijakan dengan niat baik tersebut bisa diterima publik.

“Jadi pemerintah tidak boleh arogan dan memaksa harus seperti ini. Setiap masalah kebijakan ini harus ada konsultasi publiknya,” kata dia.

Selain memperbaiki komunikasi pemerintah dengan publik, pekerjaan rumah lainnya merevisi Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Kebijakan ini dirasa terlalu kaku dan kurang fleksibel bagi masyarakat dengan kondisi saat ini.

“Diskusinya memang sudah lama, tapi bikin kebijakannya baru. Nah harusnya kebijakan ini harus pro rakyat, jangan top down kaya gini,” kata dia mengakhiri. [idr]

Reporter : Anisyah Al Faqir (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *