Senin , 18 Oktober 2021

Kabut Asap Sergap Malaysia hingga Jepang Ubah Cara Tulis Nama

Mengawali pekan ini, seluruh sekolah di Sarawak, Malaysia, tak beroperasi karena kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah itu.

Para kepala sekolah diminta melapor ke dinas pendidikan kabupaten masing-masing perihal penutupan tersebut.

Keputusan ini diambil setelah Indeks Polutan Udara (API) di Malaysia dilaporkan melebihi angka 200 akibat kebakaran lahan yang diduga berasal dari upaya pembukaan lahan.

“Sekolah-sekolah dapat kembali dibuka ketika API telah berada di bawah 200,” demikian pernyataan Departemen Pendidikan Kota Sarawak.

Meski demikian, surat edaran Departemen Pendidikan memastikan ujian sekolah tetap dilakukan sesuai jadwal. Namun, dewan pengujian akan menunda ujian jika indeks API mencapai lebih dari 300.

Masih di kawasan Asia Pasifik, Jepang menarik perhatian karena dilaporkan bakal mengubah cara penulisan nama dalam bahasa Latin.

Selama ini, Jepang menerapkan cara penulisan nama seperti budaya Barat, yaitu nama keluarga di belakang. Namun kini, pemerintah Jepang memutuskan untuk menempatkan nama keluarga di awal setiap penulisan.

“Di era globalisasi ini sangat penting untuk mengakui keberagaman bahasa yang diproses setiap manusia. Akan lebih baik pula untuk mengikuti tradisi Jepang ketika menuliskan nama warga Jepang dalam huruf latin,” kata Menteri Pendidikan Jepang, Masahiko Shibayama, seperti dikutip Japan Times pada Senin (9/9).

Shibayama mengusulkan gagasan itu dan ternyata mendapat dukungan dari menteri-menteri lainnya dalam kabinet pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe dalam sebuah rapat pada Jumat pekan lalu.

Wacana perubahan cara penulisan ini sebenarnya sudah ada sejak 2000 lalu. Saat itu, Lembaga Budaya Jepang meminta instansi-instansi pemerintahan, sekolah, dan universitas, hingga kantor media di Jepang untuk menerapkan aturan penulisan nama tersebut, tapi tidak diterapkan secara luas.

sumber : cnn Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *