Sabtu , 31 Juli 2021

Karyawan Apple-Samsung Dipaksa Tidur di Pabrik Imbas Covid-19

Ribuan karyawan Apple dan Samsung di Vietnam dipaksa untuk bermalam dan tidur di lantai pabrik guna mengurangi penularan Covid-19 yang akan berdampak pada produksi. Mengutip Bloomberg, sekitar 150.000 karyawan, di antaranya Apple dan Samsung di kawasan industri Bac Ninh dan Bac Giang di utara Vietnam diminta tinggal di kawasan pabrik untuk mengurangi risiko infeksi SARS-CoV-2 itu. 

Selain itu di kawasan komersial di Ho Chi Minh City, 22 perusahaan yang memiliki 25.000 tenaga kerja juga mendirikan area khusus yang bisa digunakan karyawan untuk menginap.

Ribuan karyawan tersebut tidur hanya beralaskan tikar bambu dan tenda yang didirikan di aula gedung pabrik yang berlantai semen. Semua karyawan yang mendatangi kantor dari rumah harus dikarantina sampai hasil tes negatif virus corona.

“Aneh untuk tinggal di pabrik dan agak sulit untuk tidur pada awalnya. Tetapi rekan-rekan saya dan saya mengerti bahwa itu perlu dan hanya sementara,” kata Nguyen Thi Mai, 28, yang telah bekerja untuk pemasok Samsung di Bac Giang selama dua tahun.

Pengalaman Mai menggambarkan perbedaan yang mencolok antara yang kaya dan yang miskin di dunia. Sementara karyawan di negara-negara kaya, termasuk pemilik atau petinggi Apple dan Samsung berlindung dari virus corona dengan bekerja di rumah atau WFH.

Mengutip 9to5Mac, pemerintah Vietnam juga diklaim menyediakan vaksin untuk pekerja pabrik. Sekitar 400.000 dosis vaksin sudah diberikan untuk karyawan di pabrik supplier Samsung, Apple dan lainnya di Provinsi Bac Ninh dan Bac Giang.

Walau Vietnam mengklaim sukses dalam menangani pandemi pada gelombang awal, jumlah kasus Covid-19 di negara yang berhaluan komunis itu mulai meningkat pada akhir April. Imbasnya, banyak pabrik di kawasan industri di utara Vietnam sempat ditutup sementara, termasuk pabrik yang digunakan oleh Foxconn dan Luxshare, perakit utama iPhone dan AirPods.

Di provinsi Bac Ninh, di mana Samsung memiliki dua pabrik, beberapa perusahaan telah meminta staf administrasi mereka untuk bekerja dari rumah dan mengizinkan pekerja lini produksi untuk tidur di kantor.

Pihak berwenang mengatakan kepada perusahaan untuk mengatur agar pekerja tidur di lokasi pabrik selama 15 hari sebelum berganti shift kerja dengan kelompok karyawan lain.

Foxconn, yang membuat produk jaringan di negara tersebut dan berencana untuk memindahkan beberapa produksi MacBook dan iPad ke Vietnam. Foxconn mengklaim sudah bekerjasama dengan pemerintah Vietnam untuk memastikan mereka bisa menaati semua kebutuhan kesehatan publik yang relevan.

Sementara itu, Samsung dan Luxshare belum mau menanggapi soal kasus karyawan dipaksa tidur di pabrik.

(dal/DAL)cnnindonesia

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *