Selasa , 5 Juli 2022

Kasus Covid-19 Naik, Pemerintah Tak Ada Rencana Hentikan Sekolah Tatap Muka

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan kasus harian Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan. Kendati begitu, kata dia, pemerintah belum berencana untuk menghentikan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Jadi kita tidak ada rencana untuk menghentikan tatap muka, sekolah tatap muka,” jelas Luhut dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (24/1).

Dia menekankan hingga kini pembelajaran tatap muka akan terus dilakukan sesuai aturan yang ditetapkan. Luhut membuka kemungkinan adanya perubahan kebijakan apabila situasi pandemi Covid-19 di luar kendali.

“Sampai hari ini pembelajaran, tetap dilaksanakan. Kalau ada hal-hal yang luar biasa akan diambil keputusan tersendiri,” katanya.

Luhut menyampaikan kasus di Jawa-Bali mendominasi kasus harian Covid-19 yang naik. Adapun kenaikan di Jawa Bali tersebut bersumber dari peningkatan pada wilayah aglomerasi Jabodetabek.

“Meski kasus meningkat, pemerintah tetap dalam kendali penuh menghadapi varian Omicron,” ucapnya.

Dia menyebut peningkatan kasus Covid-19 masih relatif terkendali. Jumlah kasus konfirmasi dan aktif harian masih lebih rendah lebih 90 persen apabila dibandingkan dengan kasus puncak varian Delta.

“Sejak varian Omicron ditemukan satu bulan yang lalu di Indonesia, hari ini belum terlihat tanda-tanda kenaikan kasus yang cukup eksponensial seperti yang terjadi di belahan negara yang lain,” tutur Luhut.

Luhut juga mewanti-wanti kenaikan kasus covid-19 dari penularan lokal ini. “Kasus dari Pelaku Perjalanan Luar Negeri juga berada di bawah 10 persen dari total kasus nasional. Dari sini bisa disimpulkan bahwa transmisi lokal yang terjadi di Indonesia sudah lebih mendominasi dibanding waktu yang sebelumnya,” katanya.

Sebagai koordinator PPKM wilayah Jawa-Bali, Menko Luhut mengatakan dominasi kasus transmisi lokal ini terkonsentrasi di wilayah aglomerasi khususnya Jabodetabek.

Sementara itu, terkait positivity rate di Indonesia, ia menegaskan dari testing yang dilakukan secara keseluruhan lewat Antigen maupun PCR masih menunjukkan angka di bawah 5 persen.

“Tetapi positivity rate PCR terus meningkat sudah hampir mencapai 9 persen,” katanya.

Reporter: Lizsa dan Arief (merdeka)

Sumber: Liputan6.com[eko]

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *