Kamis , 7 Juli 2022

Kekerasan Terhadap Perempuan Paling Banyak Ditemukan di Perguruan Tinggi

Anggota Komnas Perempuan Alimatul Qibtiyah mengatakan kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di lembaga pendidikan paling banyak terjadi di perguruan tinggi. Alimatul mengatakan di urutan kedua pesantren, disusul SMA/SMK di posisi ketiga. Temuan ini berdasarkan catatan tahunan (Catahu) Komnas Perempuan selama 2015 hingga 2021.

“Bahwa kekerasan yang terjadi di perguruan tinggi itu yang paling dominan. Itu catatan Komnas Perempuan itu sehingga menjadi sangat penting untuk memperhatikan persoalan-persoalan keamanan dan pengembangan potensi civitas akademika di kampus dengan baik,” kata Alimatul Qibtiyah di Jakarta dilansir Antara, Selasa (22/3).

Dari sejumlah bentuk kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di lembaga pendidikan, kata dia, kekerasan seksual menempati urutan pertama yakni 87,91 persen dengan korban pada umumnya merupakan perempuan peserta didik dan atau berusia anak yang memiliki kerentanan berlapis.

Sementara, pelaku umumnya adalah laki-laki, guru, dosen, ustadz dan yang berusia dewasa. Menurut dia, dampak pada korban kekerasan seksual diantaranya merasa tidak aman, merasa bersalah, tidak percaya diri, mendapatkan label negatif, kesulitan membangun hubungan sosial, merasa malu, merasa takut, merasa terisolasi, marah dan banyak trauma lainnya.

Berdasarkan catatan tahunan Komnas Perempuan yang sama, jumlah kasus kekerasan seksual yang dilaporkan kepada lembaga layanan maupun Komnas Perempuan hampir mencapai 50.000 kasus.

“Angka tersebut merupakan puncak gunung es dari kenyataan kekerasan seksual yang terjadi sebenarnya,” katanya. [ray]

Reporter : Raynaldo Ghiffari Lubabah

kutipan : merdeka.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *