Kamis , 7 Juli 2022

Kemendag Wanti-wanti Harga Tahu dan Tempe Naik saat Ramadan

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mewanti-wanti harga tahu dan tempe bakal naik pada momentum puasa atau ramadan dan lebaran. Kenaikan harga tahu dan tempe dipicu kenaikan harga kedelai internasional.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan menyebut kenaikan harga kedelai di RI tak terhindari karena sekitar 86 persen kedelai berasal dari impor. Sehingga, lonjakan harga kedelai internasional langsung memengaruhi harga di pasar lokal.

“Pemerintah melakukan komunikasi dan edukasi publik ada kemungkinan, ada indikasi, karena kenaikan harga kedelai bisa melampaui puasa dan lebaran, maka sudah kami informasikan ada kemungkinan kenaikan harga di tahu dan tempe,” ujarnya pada acara News Cast CNN Indonesia TV, Jumat (4/3) malam.

Ia mengakui pemerintah tak bisa banyak berbuat terkait harga dan yang bisa diamankan hanya kecukupan pasokan kedelai saja.

Oke memastikan pasokan kedelai untuk konsumsi akan mencukupi kebutuhan selama puasa dan lebaran tahun ini.

Pada kesempatan sama, ia turut mengungkapkan bahwa terjadi kenaikan harga bawang merah dan cabai rawit merah serta cabai merah besar. Menurut dia, kenaikan disebabkan oleh faktor cuaca yang menekan produksi hingga nyaris 50 persen.

Kendati demikian, ia memproyeksikan harga akan berangsur turun sejalan dengan perkiraan cuaca yang membaik ke depannya.

Mengutip situs hargapangan.id, terpantau harga bawang merah naik 0,67 persen atau Rp250 per kg menjadi Rp37.300 per kg pada Jumat (4/3).

Sedangkan cabai rawit merah melonjak 1,52 persen atau Rp1.050 per kg menjadi Rp70.250 per kg. Lalu cabai merah besar naik 0,79 persen atau Rp400 per kg menjadi Rp50.800 per kg.

(wel/bir)

kutipan : cnnindonesia.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *