Jumat , 17 September 2021

Kepercayaan Publik pada Pemerintah, Antara Klaim Jokowi dan Versi Lembaga Survei

Publik disuguhkan berbagai pesan visual berisi kritik terhadap pemerintah. Disampaikan melalui mural di tembok jalanan. Pesan itu muncul di mana-mana. Namun, hilang seketika. Ada yang mengaitkan itu dengan turunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Namun Presiden Joko Widodo atau Jokowi menepis anggapan itu. Kepala Negara mengklaim indeks kepercayaan masyarakat kepada pemerintahannya justru meningkat hingga 115,6. Hal tersebut disampaikan Jokowi saat melakukan pertemuan bersama pimpinan partai koalisi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (25/8).

Presiden juga menyebut tingkat kepercayaan konsumen meningkat. Indeks perbaikan ekonomi membaik dari 108,7 menjadi 118,6. Lalu disusul kestabilan harga dari 97,6 meningkat 113,4. Namun, Jokowi tidak menyebutkan sumber data yang digunakan.

“Kalau kita lihat terakhir, kemarin baru melihat minggu terakhir indeks kepercayaan pemerintah itu juga naik. Dari 97,6 kemudian 115,6,” kata Jokowi dalam saluran Youtube Sekretariat Presiden yang baru diunggah Sabtu (28/8).

Namun, angka indeks kepercayaan masyarakat yang disampaikan Jokowi, berbeda dengan temuan sejumlah lembaga survei.

Versi LSI

Juli 2021, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis survei terbaru yang menyebut bahwa kepercayaan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo atau Jokowi dalam menangani pandemi Covid-19 menurun. Ada 1.200 responden yang berhasil diwawancara melalui telepon. Margin of error survei ini sekitar kurang lebih 2,88 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Direktur Eksekutif LSI, Djayadi Hanan mengatakan, tren penurunan kepercayaan publik terhadap Jokowi terlacak selama empat bulan terakhir. Terhitung Februari hingga Juni 2021.

“Ada tren penurunan selama enam bulan terakhir menjelang diberlakukannya PPKM Darurat, ada penurunan tingkat kepuasan terhadap kinerja presiden dalam penanganan wabah,” kata Djayadi Hanan dalam rilis survei LSI secara daring, Minggu (18/7).

Tren penurunan kepercayaan ini, menurut Djayadi tersebar merata di banyak daerah. Di daerah yang menerapkan PPKM Darurat seperti DKI Jakarta, tingkat ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah berimbang, yakini berkisar 50 banding 50 persen. Di Jawa Barat ada 44 persen yang tidak puas dengan kinerja presiden. Demikian juga di Jawa Tengah, Jawa Timur, angkanya 38 persen.

Namun, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Jokowi dalam menanggulangi wabah masih cukup tinggi. Hanya saja angkanya kian hari semakin menyusut.

Menurut Djayadi baru kali pertama terjadi sejak pandemi Covid-19, tingkat kepercayaan publik terhadap upaya presiden dan jajarannya menekan wabah berada di bawah 50 persen. Padahal kepercayaan terhadap kerja presiden begitu berperan guna memastikan kelancaran program-program pemerintah dalam menghentikan pandemi Covid-19.

Versi Indikator Politik Indonesia

Lembaga Indikator Politik Indonesia juga belum lama ini merilis hasil survei terbaru. Hasil survei Indikator, mulai 30 Juli hingga 4 Agustus 2021 mencatat, hanya 54,3 persen masyarakat percaya pada kemampuan Kepala Negara dalam mengatasi pandemi Covid-19. Angka ini menunjukkan, terjadi penurunan sebanyak 2,2 persen dari April lalu yang masih mencatat sebesar 56,5 persen.

“Kepercayaan pada Presiden dalam mengatasi pandemi itu cukup percaya dan sangat percaya 54,3 persen. Lagi-lagi trennya turun kalau kita lihat,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, Rabu (25/8).

Surveinya memperlihatkan, 20,4 persen masyarakat merasa biasa saja melihat kemampuan Presiden Jokowi mengatasi pandemi Covid-19. Sementara itu, 16,7 persen tidak percaya pada kemampuan mantan Wali Kota Solo itu, 1,4 persen sangat tidak percaya dan 3,6 persen tidak tahu.

“Ini jadi masukan untuk Presiden untuk mengembalikan kemampuan atasi pandemi,” ujarnya.

Tren kepuasan masyarakat terhadap pemerintah pusat dalam mencegah penyebaran Covid-19 juga menurun. Temuan survei pada April lalu, kepuasan masyarakat terhadap pemerintah pusat dalam mencegah penyebaran Covid-19 sebesar 65,7 persen. Sementara hasil survei pada Agustus kali ini merosot ke angka 56,2 persen.

Survei ini dilakukan secara tatap muka terhadap 1.220 responden. Margin of error survei ini sebesar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Versi Voxpopuli Research Center

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 10-20 Agustus 2021, melalui telepon kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hasilnya, kepuasan publik terhadap Jokowi merosot di bawah 60 persen. Saat ini tingkat kepuasan terhadap Jokowi hanya mencapai 59,2 persen. Ketidakpuasan publik mencapai 33,3 persen.

Pemerintah harus mengupayakan keseimbangan antara penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi,” ucap Direktur Komunikasi Voxpopuli Research Center Achmad Subadja dalam keterangan tertulisnya, Kamis (26/8).

Versi Charta Politika

Tingkat ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengalami peningkatan. Tren itu terlihat dari hasil survei Charta Politika yang digelar Juli 2021. Dengan jumlah sampel sebanyak 1200 responden. Dengan Margin of error kurang lebih 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Charta merilis bahwa responden yang merasa puas terhadap kinerja pemerintah berada pada angka 62,4 persen. Sementara tingkat ketidakpuasan berada pada angka 34,1 persen. Angka 34,1 persen itu naik sekitar 12,9 persen dari survei Maret 2021.

“Meskipun masih berada di atas 60 persen, terdapat kecenderungan penurunan tingkat kepuasan kinerja pemerintah dibandingkan dengan survei periode sebelumnya,” kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya ketika rilis survei secara daring, Kamis (12/8).

Tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah tertinggi berada di wilayah Jawa Tengah & DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali, NTB & NTT. Sementara tingkat kepuasan terendah berada di wilayah Maluku & Papua, Kalimantan, dan Sumatera. [noe]

Reporter : Muhammad Genantan Saputra (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *