Rabu , 10 Agustus 2022

Ketua KPK Puji Kerja Saber Pungli Polri: Prestasinya Bukan Main

Ketua KPK Agus Rahardjo memuji kinerja Saber Pungli Polri. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Saber Pungli Polri juga disebut luar biasa prestasinya.

“Saat ini, kami saksikan saber pungli kan prestasinya bukan main. Sementara KPK yang hanya beberapa kali OTT bisa. Humasnya (Polri-KPK) bisa kerja sama bagaimana antara Saber Pungli dan OTT, kami lakukan dapat sambutan luas dari masyarakat,” kata Agus usai menghadiri upacara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri dan Asisten bidang Logistik (Aslog) Kapolri di Rupatama, Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (19/9/2017).

Agus memberikan contoh, salah satu prestasi yang dicetak Saber Pungli yaitu saat membongkar adanya pungutan liar di Pelabuhan Samarinda, Kalimantan Timur pada Maret lalu. Saat itu, polisi melakukan OTT di Kantor Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), Samudra Sejahtera (Komura) dan menyita uang tunai Rp 6,1 miliar dang langsung mengamankan belasan orang tersangka.

“Kami perlu akui Saber Pungli OTT luar biasa baik terutama di Kaltim. Kalau lawan korupsi harua sinergi, kerja sama. Mudah-mudahan bisa menghasilkan Indonesia yang lebih baik, bebas korupsi dan sejahtera,” ujar Agus.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyambut baik harapan kerja sama yang dilontarkan Agus. Tito berandai-andai Polri dan KPK dapat bersinergi dalam satu kegiatan pengungkapan kasus, semisal menindak kepala daerah yang nakal.

“Cocok dicanangkan agendanya apa misalnya, lalu bagi tugas. Misalnya kami sama-sama bersihin kepala daerah. Polri juga akan paralel,sehingga OTT KPK di beberapa tempat akan difollow up oleh para kapolres dan kapolda di wilayah maaing masing,” jelas Tito.

Tito mengutarakan keinginannya agar Polri dan KPK dapat saling ‘mengisi’ dengan kelebihan masing-masing. “KPK ini kelebihan karena relatif independen dan punya undang-undang khusus, sehingga KPK bisa fokus pada kasus yang besar, strategis. Sementara Polri punya kelebihan utama pasukannya banyak, karena di Mabes ada, kemudian ada tingkat 33 polda ada direktorat reserse yang tangani korupsi, tingkat polres juga ada unit korupsi,” terang Tito.

detik.com (aud/aan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.