Sabtu , 28 Mei 2022

Kisah Pengusaha Italia Mendadak Kaya Raya Berkat Alat Tes Corona

CEO Copan, Stefania Triva menjadi salah satu orang di dunia yang mendulang untung berkat pandemi. Ini berkat melonjaknya kebutuhan alat tes Covid-19.

Berkat Copan, Stefania Triva yang memegang 48 persen saham perusahaan tersebut ke dalam jajaran miliarder. Kekayaannya kini mencapai sekitar USD 1,2 miliar.

Sementara lima anggota keluarga pemilik Copan, juga mengantongi kekayaan bersih bernilai USD 1,3 miliar.

Dilansir dari laman Forbes, Senin (7/2), Triva mulai mengamati pembuatan alat tes Covid-19 ketika wilayah utara Italia dilanda lonjakan kasus Virus Corona pada 2020.

Kini, produk alat tes usap (swab) Covid-19 yang dibuat oleh perusahaan keluarga Italia berusia 43 tahun itu, menginspirasi ratusan juta produsen alat tes PCR Covid-19 yang saat ini dipakai di seluruh dunia.

Copan kini memproduksi 1 miliar alat tes per tahun. Laba bersih perusahaan itu pun naik hampir lima kali lipat di 2020 menjadi USD 79 juta, dengan pendapatan USD 372 juta.

Kemudian di 2021, penjualan atas tes Copan tumbuh menjadi USD 45 juta. 84 persen penjualan Copan berasal dari alat tes swab yang digunakan dalam setidaknya satu miliar fasilitas tes dan klinik di seluruh dunia sejak awal pandemi.

Tawaran untuk Menjual Perusahaan Datang Tiap Hari

Tak hanya menjadikan Triva miliarder, kesuksesan Copan juga menarik perhatian beberapa investor. Namun, dia enggan mengungkapkan secara spesifik nama-nama investor itu.

Triva enggan menjual perusahaan milik keluarganya tersebut. “Kami menerima tawaran hampir setiap hari,” ungkap Triva.

“Kami berada pada ukuran yang mirip dengan perusahaan lain yang dicari oleh dana investasi,” bebernya.

“Ketika perusahaan Anda adalah perusahaan publik. Hal itu membatasi strategi dan pengambilan keputusan Anda,” kata Triva.

“Kami secara finansial solid dan mandiri, dan ini memungkinkan kami untuk tumbuh tanpa mencari pendanaan eksternal,” pungkasnya.

Reporter: Natasha Khairunisa Amani (merdeka)

Sumber: Liputan6

[bim]

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *