Kamis , 29 Juli 2021

Korban Badai Dorian di Bahama Sampai Suara PBB Soal Papua

Sejumlah peristiwa terjadi di berbagai belahan dunia pada Rabu (4/9) kemarin. Mulai dari Bahama porak poranda akibat Badai Dorian sampai pernyataan PBB soal krisis Papua. Semua dirangkum CNNIndonesia.comdalam kilas internasional.

1. Korban Badai Dorian di Bahama Bertambah

Badai Dorian yang menyapu Kepulauan Bahama kembali memakan korban. Dua orang dilaporkan tewas akibat terjangan badai.

Dengan demikian jumlah korban tewas menjadi tujuh orang dari sebelumnya lima orang.

Dikutip AFP, Perdana Menteri Hubert Minnis mengatakan pada Selasa (3/9), korban berjatuhan setelah badai menghantam pulau-pulau di sana. “Diperkirakan korban terus bertambah,” ujarnya.

Rekaman udara Pulau Great Abaco di Bahama yang disiarkan oleh CNNmenunjukkan kerusakan parah terjadi di sana-sini. Terlihat ratusan rumah kehilangan atap, mobil terbalik. Banjir di sepanjang jalan dan puing berserakan di mana-mana.

Pemerintah Bahama saat ini telah menutup kawasan wisata dan mengevakuasi penduduk ke lokasi yang dianggap lebih aman.

2. PM Boris Johnson Kalah dalam Voting soal Brexit di Parlemen

Pemerintahan Inggris yang dipimpin Perdana Menteri Boris Johnson kalah dalam pemungutan suara di parlemen terkait usulan pengunduran diri negara itu dari Uni Eropa (Brexit) tanpa kesepakatan. Kini Johnson menyatakan bakal menggelar pemilihan umum sela dengan harapan usulannya soal Brexit bisa lolos.

Seperti dilansir AFP, Rabu (4/9), dalam voting yang digelar kemarin, anggota parlemen yang menolak usulan Brexit Johnson mencapai 328 orang. Sedangkan yang setuju sebanyak 301 orang.

Bahkan 21 anggota faksi Konservatif yang merupakan mayoritas turut menentang usulan Brexit yang diajukan Johnson. Mereka memilih berpihak kepada kelompok oposisi, yang dipimpin Ketua Partai Buruh Jeremy Corbyn, untuk mengajukan rancangan undang-undang yang melarang proses Brexit tanpa kesepakatan.

“Saya tidak ingin pemilihan umum, tetapi jika anggota parlemen memilih untuk menghentikan perundingan dan kembali meminta penundaan Brexit yang tidak berarti, yang kemungkinan bisa bertahun-tahun, maka hal itu yang akan kami lakukan untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Johnson.

3. PBB Angkat Suara Tanggapi Kerusuhan di Papua

Komisi Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (OHCHR) akhirnya buka suara menanggapi kerusuhan di Papua yang telah berlangsung sejak pertengahan Agustus lalu.

Melalui pernyataan di situs resminya, Komisioner HAM PBB Michelle Bachelet mengungkapkan kekhawatirannya terhadap peningkatan kekerasan yang terjadi di Provinsi Papua, terutama kematian sejumlah warga dan pasukan keamanan selama demonstrasi berlangsung.

sumber : cnn Indonesia

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *