Kamis , 7 Juli 2022

Kota dengan Biaya Hidup Termahal Dunia Bahkan untuk Orang Kaya, Ada dari Indonesia

Perusahaan perbankan swasta asal Swiss, Julius Baer : Global Wealth and Lifestyle Report 2022 merilis laporan kota termahal di dunia tahun ini. Di mana, Shanghai menempati peringkat teratas.

Dilansir dari CNBC International, Shanghai berada di posisi teratas sebagai kota paling mahal di dunia hingga dua tahun berturut-turut. Data dikumpulkan Julius Baer antara November 2021 dan April 2022.

Shanghai juga menjadi salah satu kota termahal dari empat kota di kawasan Asia-Pasifik, termasuk Taipei yang berada di urutan ketiga, Hong Kong di urutan keempat, dan Singapura di urutan kelima.

Berikut adalah 24 kota termahal di dunia, bahkan untuk orang kaya versi laporan Julius Baer:

1. Shanghai

2. London

3. Taipei

4. Hong Kong

5. Singapura

6. Monaco

7. Zurich

8. Tokyo

9. Sydney

10. Paris

11. New York

12. Sao Paulo

13. Milan

14. Dubai

15. Bangkok

16. Barcelona

17. Frankfurt

18. Miami

19. Jakarta

20. Vancouver

21. Manila

22. Mexico City

23. Johannesburg

24. Mumbai

Indikator Penilaian

Berada di urutan nomor dua, London adalah satu-satunya kota di kawasan Eropa yang masuk lima besar kota termahal di dunia.

Ibu kota Inggris itu melonjak enam peringkat tahun ini di tengah kenaikan harga properti residensial dan perhotelan. Namun, tidak ada kota di Amerika Serikat yang masuk dalam 10 besar.

Penulis di laporan Julius Baer menyebut, kota-kota di AS muncul sebagai kota yang ‘relatif murah’ untuk orang kaya.

Peringkat tahunan bank swasta Swiss itu didasarkan pada harga sekeranjang barang mewah yang mewakili pembelian diskresioner oleh orang dengan penghasilan tinggi — individu dengan aset yang dapat diinvestasikan senilai USD 1 juta atau lebih — di 25 kota ternama global.

Laporan tersebut juga menemukan bahwa efek abadi dari pandemi Covid-19 dikombinasikan dengan kondisi ekonomi makro yang menantang dan gangguan rantai pasokan menyebabkan kenaikan harga di sebagian besar dari 20 barang kebutuhan pokok yang diamati.

Selain itu, ada juga dampak dari tekanan ekonomi yang ditimbulkan oleh perang Ruisa-Ukraina.

Reporter: Natasha Khairunisa Amani
Sumber: Liputan6[bim]

kutipan : merdeka.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *