Minggu , 19 September 2021

LIPI Tak Sarankan Kresek Hitam Dipakai untuk Daging Kurban

LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) tidak menyarankan penggunaan kresek hitam untuk langsung membungkus daging kurban. Sebab, menurut Kepala Pusat Penelitian Kimia Fungsional Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Agus Haryono kresek hitam memiliki kandungan zat yang ada di dalam kantong plastik itu dapat membahayakan kualitas daging.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan lemak pada daging lebih cepat menyerap kandungan zat yang membahayakan tersebut dari bagian daging lainnya. 

“Daging kurban yang jelas-jelas dia berlemak banyak lemaknya maka kandungan material atau zat di dalam plastik itu lebih mudah mengkontaminasi makanan,” jelas Agus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (29/7).

Selain itu, menurutnya plastik hitam juga merupakan hasil dari plastik daur ulang yang belum diketahui asal-usulnya. 

“Plastik hitam itu terbuat dari plastik daur ulang, plastik itu macam-macam tidak hanya untuk kemasan pangan tapi dari kemasan bahan-bahan lain. Jadi tidak disarankan bersentuhan langsung dengan makanan karena sumbernya tidak pasti,” tambahnya.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Kota Palangka Raya Sumardi menyebut kresek hitam juga mengandung logam berat seperti timbal (Pb) yang sangat berbahaya bagi kesehatan. 

Ia mengatakan, diantara kandungan zat yang terdapat pada kantong plastik hitam tersebut ialah logam berat seperti timbal (Pb) yang sangat berbahaya bagi kesehatan. 

Untuk itu warga diimbau agar tak menggunakan kresek hitam untuk membungkus daging kurban pada tradisi pembagian daging pada Idul Adha mendatang. Lebaran Haji 1440 H sendiri akan jatuh pada Senin 12 Agustus 2019.

Lebih lanjut, Agus menjelaskan bahwa ada dua jenis kantong plastik yaitu food grade dan non-food grade. Plastik jenis food grade memang dibuat untuk bersentuhan langsung dengan makanan dan minuman sementara non-food grade sebaliknya.

Plastik food grade juga dikenal dengan plastik original ini dibuat dari kandungan zat adiktif yang aman bagi makanan.

Namun, jika terpaksa menggunakan kresek hitam, dia menyarankan makanan dibungkus terlebih dahulu menggunakan kertas agar tidak terkontaminasi secara langsung.

“Misal mau bungkus makanan, makanannya dibungkus dulu dengan kertas lalu dimasukkan ke kantong plastik hitam sehingga tidak bersentuhan langsung,” tutur Agus.

Pasalnya, jika makanan terkontaminasi timbal dikonsumsi dalam jangka panjang, dapat menyebabkan gangguan pada manusia bahkan dapat menimbulkan kanker. 

sumber : cnn Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *