Selasa , 5 Juli 2022

Lorong Wisata Makassar, Kesbang Jadikan Lorong Bebas Narkoba

Makassar – Pemkot Makassar menggelar rapar koordinasi terkait dengan bahaya narkoba. Rapat ini digelar untuk memastikan pengguna dan bahaya narkoba di Makassar

“Ini untuk di tingkat kota kita harap bahwa kegiatan ini bisa menurunkan tingkat peredaran narkoba di Kota Makassar karena sampai saat ini masih terindikasi bahwa pengguna narkoba di Kota Makassar ini masih cukup besar,” kata Kepala Kesbangpol Makassar Zainal Ibrahim, Jumat (20/5/2022).

Zainal menjelaskan koordinasi dilakukan bersama Polisi, BNN dan aparat penegak hukum lainya. Sesuai dengan Inpres nomor 2 tahun 2020 tentang percepatan P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekusor narkotika)

“Tentunya kita tak bisa menyerahkan seluruhnya kepada aparat kepolisian, BNN dalam hal penindakan-penindakan karena itu saja akan tetap tidak tertangani dengan baik,” jelasnya.

“Forum ini kita gunakan sebagai sarana untuk instansi diluar aparat kepolisian BNN dalam rangka pola pola pencegahan,” paparnya.

Camat, Lurah hingga RT RW juga akan di kerahkan dalam pencegahan narkoba di Makassar. Apalagi program lorong wisata yang di canangkan Walkot Makassar Danny Pomanto terus dilakukan.

“Misalnya program lorong wisata tdi di minta forum bahwa pencegahan-pencegahan dalam kegiatan lorong wisata kalau nanti ada 1000 lorong kita mintakan bahwa p4gn di Kota Makassar ini turut serta memastikan,” paparnya.

“Bahwa di setiap lorong wisata ini tidak ada indikasi ada peredaran narkoba, tidak ada bandar narkoba, tidak pecandu narkoba di dalamnya dan itu menjadi kriteria dan itu sudah kami sampaikan di forum rapat kerja di pimpin Wali Kota Makassar,” tambahnya

Olehnya itu, edukasi akan dilakukan Pemkot Makassar dalam meminimalisir tindak kejahatan narkoba. Termasuk penguna anak di bawa umur.

“Data yang disajikan banyak generasi muda kita terkena anak- anak di bawah umur 18 tahun yang tersangkut narkoba dalam 4 bulan ini januari sampai april,” ucapnya.

“Ini indikasikan bahwa tugas p4gn ini perlu masuk ke sekolah sekolah programkan masuk ke sekolah khususnya untuk sekolah menengah mudah-mudahan ada respon positif dengan disdik untuk berkolaborasi dalam sosialisasi itu,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *