Senin , 27 September 2021

Makassar Usul Kapal Pelni Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengusulkan sejumlah kapal milik PT Pelni yang selama ini tak dioperasikan bisa dijadikan sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19 yang tidak memiliki gejala.

“Kami mengusulkan pada pemerintah pusat, kami sudah mengontak Kemenhub dan BUMN, daerah-daerah yang memiliki laut seperti Makassar bisa dipinjamkan kapal Pelni. Jadi tempat isolasi mandiri (Isman) apung,” kata Wali Kota Makassar, Selasa (6/7).

Danny, sapaannya, menilai usulan tersebut sangat relevan dengan beberapa pertimbangan rasional, di antaranya memiliki daya tampung lebih 1.000 tempat tidur dan bisa dilakukan sejumlah program pemulihan di atas kapal.

“Isman bisa terukur, betul-betul isolated, lebih sistematis, dan yang tidak kalah penting bisa jauh dari pemukiman warga,” jelasnya.

Danny juga berencana menyiapkan satu hotel khusus bagi tim detektor dan relawan tenaga kesehatan yang terpapar virus corona saat menjalankan tugasnya di lapangan.

“Tentu ada perlakuan khusus bagi tim detektor kami, selain jaminan-jaminan lainnya, jika ada yang positif lebih aman isolasi di hotel daripada di rumah mereka,” tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, dia juga menampik terkait adanya informasi pelarangan beribadah di rumah ibadah selama pemberlakuan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Saat ini, Pemkot Makassar kembali memperpanjang PPKM di Kota Makassar mulai 6 hingga 20 Juni 2021, melalui surat edaran yang ditandatangani Wali Kota Makassar. Seluruh kegiatan masyarakat maupun kegiatan ekonomi hanya dapat beroperasi hingga pukul 17.00 WITA.

“Tidak ada pelarangan beribadah yang ada justru anjuran untuk beribadah di rumah, sambil menunggu status kuning atau hijau. Tapi, kalau oranye atau merah kami dianjurkan untuk menggelar ibadah di rumah,” ungkap Danny.

Menurut Danny, ia telah menyurati Kementerian Agama jika Kota Makassar dapat menggelar ibadah di masjid, termasuk pelaksanaan Salat Idul Adha nantinya.

“Kita ini tidak memenuhi syarat oranye, dan saya tidak mau protes, tapi mohon ditinjau kembali. Karena di Idulfitri kemarin kita juga oranye. Tapi, kita gelar Salat Ied dengan sangat baik,” jelasnya.

Danny menegaskan, pada pelaksanaan Salat Iduladha nantinya ia telah memberikan izin agar digelar di jalan raya yang ada di sekitar masjid.

(mir/ain)cnnindonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *