Senin , 18 Oktober 2021

Media Malaysia Soroti Insiden Bendera

MALAYSIA sebagai penyelenggara dan tuan rumah SEA Games 2017 mendapat sorotan tajam menyusul insiden bendera Indonesia yang tercetak terbalik dalam buku panduan SEA Games 2017. Media-media ternama negeri jiran itu pun ikut memberi sorotan dalam pemberitaan mereka, kemarin.

Sejumlah media di Malaysia membuat sudut pandang bahwa insiden tersebut disebabkan faktor ketidaksengajaan. Media Berita Harian (BH), misalnya, mengangkat judul ‘Kerajaan Malaysia Kesal Silap Cetak Bendera Indonesia’.

BH menulis pemerintah Malaysia melalui Wisma Putra mengungkapkan penyesalan atas kesalahan yang tidak disengaja yang dilakukan Malaysian Management Committee (Masoc).

“Dalam hal ini, kami ingin meyakinkan pemerintah Indonesia bahwa semua tindakan telah diambil untuk menangani situasi yang tidak diinginkan,” tulis media tersebut mengutip pernyataan Menteri Luar Negeri Malaysia Datuk Seri Anifah Aman.

Media Malaysia lainnya, Malay Mail, mengangkat judul ‘Indonesia Flag Error Unintentional Says DPM’. Malay Mail juga menegaskan gambar terbalik bendera Indonesia di buku panduan SEA Games yang sedang berlangsung di Kuala Lumpur tersebut merupakan kesalahan yang tidak disengaja.

“Kita harus berpikiran terbuka tentang masalah ini. Saya yakin hal itu tidak dilakukan dengan sengaja,” ujar Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Ahmad Zahid Hamidi, seperti dikutip media daring berbahasa Inggris itu.

Sementara itu, My Metro dalam artikel yang berjudul ‘Polis Siasat Isu Bendera Indonesia Terbalik’ menulis kepolisian Malaysia menyatakan akan melakukan penyelidikan mengenai kasus pencetakan bendera Indonesia secara terbalik dalam buku panduan SEA Games Ke-29 Kuala Lumpur.

Direktur Cabang Khusus Kepolisian Malaysia di Bukit Aman, Datuk Seri Mohamad Fuzi Harun, mengatakan kasus itu disebabkan kesalahan teknis dan telah dijelaskan para pihak terkait.

“Sejauh ini saya belum bisa mendapatkan informasi dari mereka (Indonesia), tapi kami sedang dalam proses penyelidik-an sehingga hal yang tidak diinginkan tidak terjadi lagi. Hubungan kita dengan negara tetangga ini sangat penting,” papar Datuk Seri Mohamad Fuzi Harun seperti dikutip My Metro.

Kecewa di perbatasan
Kendati Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Khairy Jamaludin Abu Bakar telah menyampaikan permohonan maaf kepada Indonesia atas insiden itu, sejumlah pihak tetap mendesak permintaan maaf langsung dari kepala negara Malaysia.

Masyarakat di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, menuntut permintaan maaf secara terbuka.

“Kami warga perbatasan yang mencintai Indonesia sangat kecewa. Bendera Merah Putih simbol negara Indonesia yang memiliki sejarah atas pengorbanan para pahlawan, jangan sampai itu dianggap remeh,” cetus salah satu tokoh perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Badau, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Heny Sudayat, tadi malam.

Selaku warga perbatasan, Sudayat meminta pemerintah Indonesia tegas sekaligus bijak dalam menyikapi persoalan yang menyangkut harga diri bangsa itu.

mediaindonesia.com (ant/p-1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *