Senin , 18 Oktober 2021

Mengenal Mossad, Badan Intelijen Israel yang Mata-matai Iran

Eks Kepala Badan Intelijen Israel (Mossad), Yossi Cohen, membeberkan operasi telik sandi negara tersebut di Iran.

Salah satu operasi intelijen Mossad yang diungkap Cohen adalah pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh, dan sabotase fasilitas nuklir oleh Israel di Negara Para Mullah tersebut.

Mendengar pengakuan Cohen yang disiarkan program investigasi Channel 12 tersebut, pihak Iran pun berang. 

Juru bicara misi diplomatik Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Shahrokh Nazemi, mengatakan pengakuan Cohen mencerminkan pola sabotase yang sudah lama dilakukan terhadap negaranya.

“Pelanggaran hukum ini telah mencapai titik ketika mantan pejabat rezim ini tanpa malu-malu dan terang-terangan mengancam para ilmuwan nuklir kami dengan kematian,” kata Nazemi seperti dikutip dari Associated Press, Selasa (15/6).

Bagaimanakah operasi intelijen Israel terhadap Iran tersebut dilakukan?

Penjelasan dalam acara Channel 12 itu mengungkap setidaknya 20 agen Mossad berhasil mencuri materi dari 32 berkas program nuklir Iran dan memindai serta mengirimkan sebagian besar dokumen itu ke Tel Aviv. Padahal, puluhan agen itu bukan warga Israel.

Dan, Cohen pun mengonfirmasi penjelasan tersebut.

“Penting bagi kami agar dunia melihat ini dan memberitahu Iran bahwa, wahai teman-teman terkasih, pertama Anda telah disusupi; kedua, kami memata-matai Anda, dan tiga, era kebohongan sudah berakhir,” ujar Cohen.

Mossad atau Mossad Merkazi le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim adalah satu dari tiga organisasi intelijen yang utama di Israel. Selain Mossad, dua lainnya adalah Aman (intelijen militer) dan Shin Bet (intelijen dalam negeri).

Berbeda dengan dua lainnya, Mossad lebih bertanggung jawab untuk mengumpulkan data dan informasi intelijen dari luar negeri, menganalisis, dan melakukan operasi pencegahan risiko keamanan atau serangan dari luar negeri.

Mengutip situs ensiklopedia dunia, Britannica, Mossad dirintis pada Desember 1949. Mossad adalah suksesor dari organisasi sebelumnya yakni Haganah. Haganah adalah pasukan militer Yahudi di Palestina berkat mandat dari Inggris).

Mossad kemudian resmi berdiri pada April 1951 dengan Reuven Shiloah sebagai direktur pertamanya kala itu. Shiloah sendiri sebelumnya dikenal terlibat aktif dalam operasi-operasi khusus sebelum berdirinya Israel. Posisinya kemudian digantikan Isser Harel yang sebelumnya memimpin Shin Bet pada 1952.

Harel yang memimpin Mossad hingga 1963 dikenal sebagai yang membangun kiprah Mossad. Salah satu prestasi Mossad di bawah Harel adalah menangkap mantan jenderal NAZI yang bertanggung jawab atas pembantaian (Holocaust) Yahudi, Adolf Eichmann di Argentina pada 1960. 

Eks anak buah Adolf Hitler itu kemudian tewas karena hukuman gantung Israel di Tel Aviv pada 31 Mei 1962.

Terkurung oleh negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah yang memperjuangkan Palestina, Mossad memiliki peran penting dalam aksi intelijennya, termasuk tudingan pembunuhan para tokoh organisasi pembebasan Palestina (PLO). Lembaga ini juga menjadi bagian sukses dari pemindahan warga Yahudi yang keluar dari Suriah, Iran, hingga Ethiopia.

Mengutip Sputnik News, pada 2018 lalu, Cohen mengatakan bahwa Israel terus mengamati situasi di Iran– tak hanya dari luar negeri, tapi juga dari dalam negara tersebut.

“Kami memiliki mata dan telinga bahkan di dalam negeri Iran,” ujar  Cohen.

(isa/kid)cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *