Sabtu , 28 Mei 2022

Mengenal Teknologi Transaksi Tol Tanpa Berhenti dan Sentuh

Kemacetan menjadi salah satu permasalahan di sektor transportasi, termasuk yang terjadi di tol. Kemacetan tol sering kali disebabkan karena adanya antrean pada saat memasuki dan keluar dari area pintu tol.

Pada 2017, pemerintah mulai menerapkan elektronifikasi di seluruh tol dengan mengurangi transaksi tunai. Dengan pembayaran non tunai akurasi pembayaran semakin jelas, lebih baik, cepat serta lebih aman.

Namun, sistem pembayaran tersebut belum sepenuhnya dapat menghemat waktu transaksi. Permasalahan pembacaan kartu elektronik yang lamban atau bahkan gagal membaca, memakan waktu lama untuk menempel di mesin pembaca kartu.

Untuk mengatasi itu, pemerintah pun berupaya untuk menerapkan sistem pembayaran tol tanpa henti atau Multi Lane Free Flow (MLFF). Melalui sistem MLFF, pengguna jalan tol tidak perlu lagi berhenti ketika hendak membayar tol.

Dalam penerapannya, MLFF harus didukung oleh lembaga pengelola yang berperan sebagai toll service provider atau electronic toll collection (ETC). Mengutip balitbanghub.dephub.go.id, terdapat beberapa alternatif teknologi yang bisa dipakai sebagai ETC seperti yang sudah digunakan negara-negara lain, antara lain:

– Dedicated Short Range Communication (DSRC); merupakan alat yang menggunakan radio frekuensi 5,8 Ghz, sehingga pengguna perlu membeli On Board Unit (OBU), yang menyimpan data identitas dan informasi lain dengan tingkat keandalan 99,95 persen

– Radio Frequency Identification (RFID); merupakan alat yang menggunakan radio dengan frekuensi (860-960) Mhz, dan pengguna perlu membeli stiker tag RFID sebagai identitas pengguna, dan memiliki tingkat keandalan sekitar 99,5 persen. [bim]

Reporter : Dwi Aditya Putra (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *