Senin , 18 Oktober 2021

Mentan Mau Surati Jokowi Minta Tambah DAK Pertanian Rp1 T

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta dukungan komisi IV DPR untuk dapat mengajukan tambahan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pertanian sebesar Rp1 triliun. Dengan dukungan DPR, ia yakin usulan tersebut akan disetujui oleh Presiden Jokowi dan dapat direalisasikan tahun depan.

“Saya izin kalau diberikan kesempatan, masukkan dalam kesimpulan (rapat) yang ada. Saya akan surati langsung Presiden (Joko Widodo) untuk minta penambahan khusus DAK ini,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat di Komisi IV, Senin (21/6).

Dalam rapat tersebut, Syahrul menyampaikan bahwa DAK Pertanian yang diturunkan pemerintah pusat masih terlalu kecil untuk mendukung ketahanan pangan di daerah. “Ke daerah hanya Rp4 miliar sampai Rp5 miliar per daerah, dan itu hanya 280 sekian daerah,” tuturnya.

Sedangkan tambahan DAK Rp1 triliun yang akan ia ajukan, lanjut Syahrul, nantinya akan diarahkan untuk pembentukan lumbung pangan agar daerah tak selalu bergantung pada Bulog.

“Ada Rp1 miliar-Rp2 miliar untuk konsentrasi lumbung pangannya sehingga kita tidak tergantung hanya pada Bulog saja. Kabupaten harus punya in-out, dia punya ketahanan pangan dari serapan jagung atau padi. Kalau begitu kita butuhkan sekian ratus miliar atau Rp1 triliun lagi hanya untuk DAK tambahan,” imbuhnya.

Menurut Syahrul, daerah tak mungkin mampu mengendalikan supply dan demand pangan secara mandiri dengan anggaran yang minim. “Sulit untuk tidak dimainkan orang lain kalau daerah tidak punya kemampuan mengendalikan hilirisasinya. Kementan hanya berperan di produktivitas dan budidayanya,” tuturnya.

Terlebih, berdasarkan pengalamannya sebagai Gubernur Sulawesi Selatan, DAK yang selama ini disalurkan pemerintah pusat ke daerah hanya cukup untuk perawatan fasilitas pertanian yang sudah ada.

“Dana DAK hanya untuk maintenance rutin bukan membuat jalan tani atau irigasi tersier lagi, bukan, karena kami (pemerintah daerah saat itu) sudah tangani. Padahal harusnya main dengan pintu air, irigasi cacing dalam kelompok sampai dengan bagaimana menyiapkan kualitas produktivitas yang ada,” tandasnya.

(hrf/age)cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *