Jumat , 17 September 2021

Menyebar di 39 Negara, WHO Pantau Varian Virus Corona Mu B.1.621

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menambahkan versi lain dari Virus Corona ke dalam daftar “varian yang diperhatikan” di tengah kekhawatiran virus itu dapat menghindari sebagian kekebalan yang telah dikembangka dalam vaksinasi sebelumnya.

Varian Mu, yang juga dikenal sebagai B.1.621, ditambahkan ke daftar pantauan WHO pada 30 Agustus 2021 setelah terdeteksi di 39 negara dan ditemukan memiliki sekelompok mutasi yang mungkin membuatnya kurang rentan terhadap perlindungan kekebalan yang telah diperoleh banyak orang.

Menurut buletin mingguan WHO tentang pandemi, varian Mu “memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan”.

Data awal menunjukkan varian baru itu mampu menghindari pertahanan kekebalan dengan cara mirip varian Beta yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan, tambah laporan itu. Akan tetapi, perkembangan itu perlu dikonfirmasi oleh penelitian lebih lanjut.

Varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada Januari 2021. Sejak itu kasus sporadis dan beberapa wabah yang lebih besar tercatat di seluruh dunia. Di luar Amerika Selatan, kasus itu telah dilaporkan di Inggris, Eropa, AS, dan Hong Kong.

Meski variannya kurang dari 0,1 persen dari infeksi Virus Corona secara global, namun virus itu mulai berkembang di Kolombia dan Ekuador yang masing-masing menyumbang 39 persen, dan 13 persen dari kasus Covid-19.

Ilmuwan dan pejabat kesehatan masyarakat sangat ingin mengetahui apakah varian Mu lebih menular atau menyebabkan penyakit yang lebih serius daripada varian Delta yang dominan di sebagian besar dunia.

“Perubahan perilaku varian Mu di Amerika Selatan, terutama dengan peredaran yang sama dengan varian Delta, akan dipantau,” menurut buletin WHO itu seperti dikutip TheGuardian.com, Kamis (2/9/2021).

Setidaknya 32 kasus varian Mu terdeteksi di Inggris, di mana pola infeksi menunjukkan bahwa varian itu dibawa oleh pelancong pada beberapa kesempatan.

Laporan oleh Public Health England (PHE) pada bulan Juli mengatakan sebagian besar ditemukan di London dan pada orang-orang berusia 20 tahunan.

Beberapa dari mereka yang dites positif Mu telah menerima satu atau dua dosis vaksin Covid-19.

John Andhi Oktaveri – Bisnis.com

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *