Kamis , 9 Desember 2021

Merger Operator Seluler Bakal Bawa Dampak Positif

Ekonom Institut for Development of Economics and Finance (INDEF) Nailul Huda menilai strategi merger menjadi salah satu pilihan terbaik untuk memperluas pangsa pasar, meningkatkan teknologi, dan efisiensi operasional. Terlebih lagi di zaman disrupsi digital saat ini yang mengedepankan kolaborasi.

Menurutnya, langkah tersebut akan tercipta kolaborasi kekuatan masing-masing korporasi guna mendorong pertumbuhan ke depan. Efisiensi operasional yang dihasilkan dari merger dapat membuat daya saing korporasi makin meningkat.

“Merger juga dapat membawa efek positif berupa persaingan usaha yang makin sehat dan efisiensi operasional sehingga menguntungkan konsumen secara luas,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (29/10).

Di sisi lain, menurut dia, merger juga akan memudahkan pemerintah melakukan pengawasan serta sinergi dengan program-program yang dibuat. Misalnya, pemerataan infrastruktur telekomunikasi dan digital itu menjadi program pemerintah. Dengan merger, kemampuan provider pun meningkat untuk dapat membangun infrastruktur seperti tower dan BTS yang diakibatkan dari adanya efisiensi dan penambahan daya modal dari perusahaan provider.

“Harapannya adalah mereka dapat membangun di daerah-daerah yang belum terjamah sinyal internet kuat,” ungkap dia.

Hal senada disampaikan Head of Research Praus Capital, Alfred Nainggolan. Menurut dia, aksi korporasi merger dan akuisisi ditujukan sebagai sinergi organisasi atau korporasi untuk menyatukan kekuatan guna menghadapi persaingan yang makin ketat. Dengan merger, kolaborasi dua korporasi akan memberikan nilai tambah yang lebih besar.

“Merger ibarat menyatukan dua kekuatan sehingga menciptakan kekuatan baru yang lebih dahsyat,” jelasnya.

Selain pemerataan jaringan 4G/LTE, tantangan bagi operator konsolidasi adalah merancang skema tarif baru yang tepat dan terjangkau guna memperoleh pelanggan yang setia. Service level aggrement (SLA) yang ditingkatkan termasuk pengembangan teknologi adalah bagian lain yang harus dijamin kepada pelanggan.

“Konsolidasi ini harus benar-benar dijaga oleh pemerintah, jangan sampai ada yang dirugikan. Tarif baru seharusnya dapat terjangkau masyarakat tapi juga tidak merugikan operator. Sehingga asas utama telekomunikasi adalah memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat dapat tercapai,” terang Ketua Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia-ITB (PIKERTI-ITB), Ian Joseph Matheus Edward.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate menyatakan merestui merger Indosat Ooredoo dan Hutchison 3 Indonesia.

“Kominfo mendukung konsolidasi industri telekomunikasi dengan tujuan supaya lebih efisien dan lebih produktif. Kebetulan merger Indosat dan Tri dalam proses merger, itu salah satu merger yang besar di Indonesia,” ujar Johnny. [faz]

Reporter : Merdeka

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *