Minggu , 28 November 2021

Misteri demam yang merenggut puluhan nyawa anak-anak di India, bukan karena Covid-19

Selama lebih dari seminggu saat ini, anak-anak di beberapa distrik di negara bagian Uttar Pradesh, India utara, terbangun dengan demam tinggi dan basah kuyup oleh keringat.

BBC memberitakan, banyak dari mereka yang mengeluh nyeri sendi, sakit kepala, dehidrasi dan mual. Dalam beberapa kasus, mereka melaporkan ruam menyebar di kaki dan lengan.

Sedikitnya 50 orang, kebanyakan anak-anak, meninggal karena demam. Sementara, ratusan anak lainnya dirawat di rumah sakit di enam distrik di bagian timur negara bagian itu. Tak satu pun dari mereka yang meninggal dinyatakan positif Covid-19.

Pada saat India tampaknya perlahan pulih dari gelombang kedua virus corona yang mematikan, kematian di Uttar Pradesh telah memicu sejumlah berita utama yang panik tentang “demam misterius” yang melanda pedesaan negara bagian terpadat di India itu.

Dokter di beberapa distrik yang terkena dampak – Agra, Mathura, Mainpuri, Etah, Kasganj dan Firozabad – meyakini bahwa penyakit demam berdarah, infeksi virus yang dibawa nyamuk, bisa menjadi penyebab utama kematian.

Mereka mengatakan banyak pasien dibawa ke rumah sakit dengan jumlah trombosit yang menurun, yang menjadi ciri bentuk demam berdarah yang parah.

“Para pasien, terutama anak-anak, di rumah sakit meninggal dengan sangat cepat,” kata Dr Neeta Kulshrestha kepada BBC, pejabat kesehatan paling senior di distrik Firozabad, di mana 40 orang, termasuk 32 anak-anak, meninggal dalam seminggu terakhir.

Ditularkan oleh nyamuk betina, demam berdarah terutama merupakan penyakit tropis dan telah beredar di India selama ratusan tahun. Penyakit ini endemik di lebih dari 100 negara, tetapi sekitar 70% kasus dilaporkan dari Asia. Ada empat virus dengue, dan anak-anak lima kali lebih mungkin meninggal selama infeksi dengue kedua daripada orang dewasa.

Nyamuk – Aedes aegypti – berkembang biak di dalam dan sekitar rumah dalam wadah yang berisi air tawar. “Manusia menyediakan tempat berkembang biak dan hanya manusia yang dapat menghilangkannya,” kata Dr Scott Halstead, salah satu pakar terkemuka dunia tentang virus yang disebarkan oleh nyamuk.

Hampir 100 juta kasus demam berdarah yang parah – pendarahan hebat, gangguan organ – dilaporkan di seluruh dunia setiap tahun. “Dampak gabungan dari Covid-19 dan epidemi demam berdarah berpotensi menghasilkan konsekuensi yang menghancurkan bagi populasi yang berisiko,” menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Namun masih belum jelas apakah epidemi demam berdarah saja yang bertanggung jawab atas kematian terkait demam di Uttar Pradesh.

Wilayah ini merupakan negara bagian dengan lebih dari 200 juta penduduk dengan standar sanitasi yang buruk, tingkat kekurangan gizi yang tinggi pada anak-anak, dan perawatan kesehatan yang tidak merata. Uttar Pradesh secara rutin melaporkan kasus “demam misterius” seperti itu setelah terjadi musim hujan setiap tahun.

Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie (kontan)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *