Sabtu , 31 Juli 2021

Nadiem: Pengadaan Laptop Rp17 T untuk Digitalisasi Sekolah

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengatakan pihaknya membeli alat-alat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dengan total anggaran mencapai Rp17,42 triliun hingga 2024 untuk program Digitalisasi Sekolah.
Alat-alat TIK yang hendak dibeli Kemendikbudristek antara lain, laptop, access point, konektor, layar proyektor, dan speaker aktif, hingga internet router.

“Jadi sampai 2024 ini kita ada program untuk digitalisasi sekolah,” kata Nadiem dalam konferensi pers yang digelar bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) di kanal Youtube Kemenko Marves, Kamis (22/7).

Nadiem menyebut peralatan TIK yang hendak dibeli dan dikirim ke berbagai sekolah di Indonesia merupakan produk dalam negeri (PDN).

Pada pengadaan program Digitalisasi Sekolah tahun 2021, pihaknya telah mengirimkan 190.000 laptop ke 12.000 sekolah dari berbagai jenjang, mulai PAUD, SD, SMP, hingga SMA.

Total anggaran yang dihabiskan untuk realisasi tersebut sebanyak Rp1,3 triliun. Nadiem juga menyatakan akan terus menggunakan produk dalam negeri pada pelaksanaan program berikutnya.

“Seratus persen dari anggaran tersebut dibelanjakan untuk laptop PDN dengan sertifikat tingkat komponen dalam negeri,” ujarnya.

Selain itu, kata Nadiem, pihaknya telah mengalokasikan anggaran Rp2,4 triliun sebagai dana alokasi khusus pendidikan tahun 2021 di tingkat provinsi dan daerah guna melakukan pembelian 240 ribu laptop.

Ia menyebut pemanfaatan produk dalam negeri akan berdampak luar biasa terhadap kemajuan dan bisa meningkatkan hilirisasi temuan riset perguruan tinggi. Selain itu, Nadiem berharap adopsi teknologi yang telah berjalan selama masa pandemi ini tak sia-sia.

“Berbagai macam adopsi teknologi yang sudah terjadi di masa pandemi ini tidak sia-sia,” katanya.

Lebih lanjut, Nadiem menyebut hingga saat ini sejumlah perguruan tinggi telah mengembangkan laptop produk dalam negeri. Perguruan tinggi tersebut antara lain, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gajah Mada (UGM).

Kampus-kampus tersebut bekerja sama dengan industri TIK dalam negeri dan membentuk konsorsium guna memproduksi Laptop Merah Putih.

“Ini menjadi salah satu kebanggaan kita,” ujar Nadiem.

Sementara itu, Kepala Biro Perencanaan Kemendikbudristek M Samsuri menjelaskan jumlah kebutuhan Rp17,42 triliun tersebut berdasarkan kebutuhan sekolah-sekolah yang belum memiliki fasilitas TIK.

Adapun skema pengadaan alat TIK tersebut, kata Samsuri, akan menggunakan dana APBN pusat dan APBN transfer daerah.

“Sekolah-sekolah yang belum memiliki kapasitas komputer di atas 15 atau yang belum sama sekali itu datanya kalau dianggarkan sekitar 17 triliun itu,” kata Samsuri saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (22/7) malam.

Lebih lanjut, Samsuri mengatakan pengadaan tersebut akan dilakukan setiap tahun. Pada 2022 mendatang, jumlah anggaran untuk pengadaan alat-alat TIK ini mencapai sekitar Rp3,5 triliun dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.

“Ya, lihat nanti kan alokasi anggaran per tahun. Tapi Mas Menteri (Nadiem) menargetkan (pemenuhan kebutuhan alat TIK) tuntas di masa periode beliau,” kata Samsuri.

Sebelumnya, Luhut mengatakan pemerintah akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp17,42 triliun guna melakukan pengadaan alat-alat TIK untuk sektor pendidikan. Alat-alat TIK yang akan dibeli merupakan produk dalam negeri.

“Tujuan utama adalah meningkatkan penggunaan produk TIK dalam negeri di bidang pendidikan melalui pengadaan barang pemerintah yang ditargetkan Rp17 triliun pada 2024,” ujar Luhut, Kamis (22/7).

(iam/fra)cnnindonesia

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *