Sabtu , 28 Mei 2022

Naikkan Harga Elpiji, Pertamina Diminta Tingkatkan Layanan Konsumen

Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi meminta, PT Pertamina (Persero) untuk menjamin ketersediaan stok pasokan gas elpiji non subsidi pasca kenaikan harga. Seperti diketahui, Pertamina telah menaikkan harga LPG nonsubsidi. Besaran penyesuaian harga berkisar antara Rp 1.600 – Rp 2.600 per Kg.

“Yang penting pasca kenaikan Pertamina harus menjamin keandalan pasokan dan peningkatan layanan kepada konsumen,” ujar Tulus kepada Merdeka.com, Kamis (30/12).

Selain keandalan stok, YLKI juga meminta Pertamina untuk memastikan ketepatan takaran volume dari gas elpiji non subsidi yang telah mengalami penyesuaian harga tersebut.

“Sehingga konsumen bisa membeli elpiji dengan murah dan (volume) tetap terjaga,” jelasnya.

Tulus menyebut, kenaikan harga elpiji non subsidi tersebut dilakukan Pertamina, mengingat harga jual gas di pasar impor telah mengalami kenaikan secara drastis.

“Karena gas elpiji mayoritas masih impor. Harga gas di pasar impor (Saudi Aramco) sudah naik signifikan sejak Mei 2021. Dari USD 538 /metrik ton, menjadi USD 847 /metrik ton,” bebernya mengakhiri.

Sebelumnya, Pemerintah melalui PT Pertamina menaikkan harga LPG non-subsidi. Kenaikan harga dilakukan untuk merespon tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang 2021.

Besaran penyesuaian harga LPG non-subsidi yang porsi konsumsi nasionalnya sebesar 7,5 persen berkisar antara Rp 1.600 – Rp 2.600 per Kg.

“Perbedaan ini untuk mendukung penyeragaman harga LPG ke depan serta menciptakan fairness harga antar daerah,” jelas Pjs Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Sub Holding Pertamina Commercial & Trading Irto Ginting saat dihubungi Liputan6.com.

Dia menyebut, tren peningkatan harga Contract Price Aramco (CPA) LPG yang terus meningkat sepanjang 2021.

Di mana pada November 2021 mencapai 847 USD/metrik ton. Ini merupakan harga tertinggi sejak tahun 2014 atau meningkat 57 persen sejak Januari 2021.

“Penyesuaian harga LPG non-subsidi terakhir dilakukan tahun 2017. Harga CPA November 2021 tercatat 74 persen lebih tinggi dibandingkan penyesuaian harga 4 tahun yang lalu,” jelas dia.

Pertamina akan memastikan stok dan distribusi LPG berjalan dengan maksimal serta melanjutkan edukasi penggunaan LPG yang tepat sasaran “Untuk informasi, masyarakat dapat menghubungi Pertamina call center 135,” tegas dia.

[bim]

Reporter : Sulaeman (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *