Senin , 27 September 2021

P2G Kritik Nadiem Ngotot Buka Sekolah: Vaksinasi Guru Lamban

Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengkritik sikap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim yang ngotot membuka sekolah Juli 2021.

Koordinator P2G Satriwan Salim mengatakan sekolah belum siap dibuka karena proses vaksinasi kepada guru dan tenaga kependidikan berjalan lamban.

Menurutnya, target vaksinasi 5 juta guru sampai Juni pun tak mungkin tercapai. Sampai saat ini, kata Satriwan, baru sekitar 1 juta guru yang divaksinasi.

“Jadi bagaimana sekolah bisa dibuka kalau vaksinasinya baru sampai 1 juta? Nah untuk nomor satu masih sangat lamban kami menilainya,” kata Satriwan kepada CNNIndonesia.com, Kamis (3/6).

Satriwan juga tak yakin vaksinasi terhadap 5 juta guru selesai pada Agustus 2021. Sebelumnya, Nadiem telah merevisi target vaksinasi kepada 5 juta guru sampai Agustus.

“Kami P2G meragukan vaksinasi mencapai lima juta, termasuk dosen ya, dan tenaga kependidikan, kami meragukan rampung di bulan Agustus,” ujarnya.

Selain proses vaksinasi yang lamban, Satriwan juga mengkritik lambannya proses pengisian daftar kesiapan sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM). Saat ini, kata dia, baru 54,35 persen yang telah menyatakan siap menggelar PTM dari sekitar 530 ribu sekolah.

Namun, ia menyangsikan data tersebut lantaran Kemendikbudristek belum merilis 54,35 persen sekolah yang siap PTM. Ia pun meminta Kemenidkbudristek membuka datanya.

Hasil survei yang dilakukan pihaknya mendapati banyak sekolah yang belum sepenuhnya memenuhi sejumlah syarat yang ditentukan.

“Karena temuan kami ketika uji coba PTM, yang sekarang sedang berlangsung itu, misalnya ada sekolah yang punya thermo gun punya satu. Ini kan bermasalah karena belum memenuhi 11 klaster periksa,” katanya.

Sebelumnya Nadiem mengatakan rencana pembukaan sekolah mulai tahun ajaran baru 2021/2022 tak bisa ditawar. Ia memahami kekhawatiran guru, tenaga kependidikan, dan orang tua terkait pembukaan sekolah di tengah pandemi Covid-19.

Nadiem, yang menargetkan penuntasan vaksinasi guru pada Juli-Agustus, mengatakan penundaan pembukaan sekolah bisa berdampak panjang bagi siswa.

“Tentu bapak ibu sudah pahami masa depan Indonesia sangat bergantung pada sumber daya manusia. Sehingga tidak ada tawar-menawar untuk pendidikan, terlepas dari situasi yang kita hadapi,” kata Nadiem dalam acara yang disiarkan Youtube Kemendikbud RI, Rabu (2/6).

Sementara, klaster sekolah sudah muncul di SMAN 4 Pekalongan, Jawa Tengah, dengan 37 kasus tenaga pendidik.

(thr/fra)cnnindonesia.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *