Sabtu , 28 Mei 2022

Panduan Mudah Memahami Krisis Ukraina-Rusia dalam Lima Poin Penting

Negara NATO cemas akan terjadinya serangan Rusia terhadap Ukraina dan mereka segera mengirimkan pasukan dan peralatan militer untuk membantu Ukraina.

NATO mengatakan tindakan mereka adalah respons atas pengerahan pasukan Rusia di sepanjang perbatasan dengan Ukraina.

Moskow mengklaim langkah mereka penting untuk mengamankan kepentingan keamanan dan mereka geram dengan NATO yang dianggap mengancam keamanan kawasan.

Dilansir dari laman Aljazeera, Selasa (25/1), berikut lima poin penting untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang kemungkinan bisa terjadi:

Mengapa terjadi konflik?

Ukraina selama beratus tahun lalu adalah bagian dari Kerajaan Rusia sebelum menjadi Uni Soviet. Negara itu kemudian meraih kemerdekaan ketika Uni Soviet hancur pada 1991. Ukraina kemudian ingin meninggalkan segala warisan Kerajaan Rusia dan menjalin hubungan dengan negara Barat.

Keputusan Presiden Viktor Yanukovich yang pro-Rusia menolak kesepakatan untuk bergabung dengan Uni Eropa memicu gelombang unjuk rasa yang membuat dia dilengserkan pada 2014.

Rusia kemudian merespons dengan mencaplok Krimea, wilayah selatan Ukraina, yang terletak di Semenanjung Krimea dan mendukung kelompok separatis di sebelah timur Ukraina.

Ukraina dan Barat menuduh Rusia mengirimkan persenjataan dan pasukan untuk mendukung pemberontak. Moskow membantah dan mengatakan orang Rusia yang bergabung dengan pemberontak itu adalah sukarelawan.

Menurut Kiev, lebih dari 14.000 orang tewas dalam pertempuran di Donbas, wilayah indutsri di sebelah timur Ukraina.

Moskow kemudian mengecam keras Amerika Serikat dan NATO karena memberikan persenjataan ke Ukraina dan melakukan latihan perang.

Selanjutnya Presiden Rusia Vladimir Putin berulang kali mengatakan keputusan Ukraina yang ingin bergabung dengan NATO adalah garis merah batas toleransi. Putin juga menyayangkan rencana sejumlah negara NATO yang akan membangun pusat latihan militer bersama di Ukraina. Rencana itu, kata Putin, akan membuat NATO memiliki pangkalan militer di kawasanan meski tanpa Ukraina bergabung dengan NATO.

Apa yang diinginkan Rusia?

Sebetulnya ini lebih kepada apa yang tidak diinginkan Rusia. Rusia tidak mau Ukraina menjadi anggota NATO dan mereka sudah memberikan daftar sejumlah syarat keamanan yang disampaikan kepada AS Desember lalu. Syarat itu termasuk di dalamnya membatalkan latihan militer NATO di dekat perbatasan Rusia.

Moskow masih menunggu tanggapan tapi ultimatum itu dicampakkan oleh NATO. Rusia juga meminta NATO menyingkir dari Eropa Timur.

Tak hanya itu, Putin mengatakan Rusia meminta jaminan NATO tidak akan bergerak terus ke arah timur Eropa dan mengerahkan sistem persenjataan yang bisa mengancam wilayah Rusia.

Apakah Ukraina akan bergabung dengan NATO?

Ukraina bukan negara anggota NATO tapi mereka ingin bergabung. Ukraina selama ini dianggap rekan dari NATO.

Sebelum diterima, NATO meminta Kiev mengatasi korupsi.

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg Desember lalu menolak permintaan Rusia yang ingin membatalkan komitmen Ukraina pada 2008 yang menyebut negara itu suatu hari nanti akan menjadi anggota NATO.

Stoltenberg mengatakan jika waktunya tiba, Rusia tidak bisa memveto keputusan Ukraina.

Apakah akan terjadi perang besar-besaran?

Negara Barat menuding Rusia tengah bersiap menggempur Ukraina dengan mengerahkan 100.000 tentara di perbatasan negara itu.

Pentagon sudah menyiagakan 8.500 tentara AS untuk dikerahkan ke Eropa Timur dan NATO mengatakan mereka tengah mengirimkan kapal dan jet tempur guna mendukung pertahanan Ukraina.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov menuturkan, tindakan NATO itu hanya kian memanaskan situasi yang sudah tegang.

“Amerika Serikat memperkeruh situasi. Kami mencermati tindakan AS ini dengan penuh kekhawatiran,” kata dia kepada wartawan.

Rusia membantah akan menggempur Ukraina dan menuding Barat memperpanas situasi.

Belum jelas apakah perang akan terjadi antara Ukraina versus Rusia tapi sejumlah pengamat menilai Rusia bisa menggempur Ukraina dan meraih kemenangan cepat dan memperkuat posisi tawar dalam perundingan dengan NATO.

“Rusia dan Putin akan memburu kemenangan dengan mengalahkan pasukan Ukraina di lapangan dan menunjukkan bahwa dukungan Barat, AS dan Inggris tidak mampu memperkuat Ukraina,” kata Samir Puri, pengamat senior di International Institute for Strategic Studies.

Apa yang akan terjadi jika Rusia menggempur Ukraina?

Negara Barat menunjukkan mereka mendukung Ukraina. AS dan Inggris sudah mengirimkan bantuan persenjataan sementara Jerman berencana mengirimkan bantuan medis di lapangan bulan depan dan tidak mengirimkan peralatan militer.

Selain itu sudah ada pembahasan mengenai sanksi terhadap Moskow. AS dan sekutunya di Eropa berjanji akan mengganjar Rusia dengan sanksi keuangan terberat yang pernah mereka lakukan.

Memblokir Rusia dari sistem keuangan akan menjadi sanksi finansial terberat yang bisa dilakukan dan itu bisa merusak perekonomian Rusia baik dalam jangka pendek dan panjang.

Dolar masih mendominasi transaksi keuangan di seluruh dunia dengan nilai triliunan dolar per hari.

Dan terakhir AS juga mempertimbangkan sanksi ekspor yang bisa menghalangi Rusia dari kecanggihan teknologi untuk menerbangkan jet tempur dan komersil serta mengaktifkan ponsel.[pan]

Reporter : Pandasurya Wijaya (merdeka)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *