Kamis , 21 Oktober 2021

Partai Buruh Siap Ikut Pemilu

Partai Buruh resmi lahir kembali setelah menunjuk Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal sebagai presiden partai. Setelah Kongres keempat kemarin, mereka akan segera menggelar konsolidasi untuk menghadapi pemilihan umum (Pemilu) 2024.

“Harapan kita ini menjadi tonggak sejarah dalam rangka menuju Pemilu 2024, di mana pemilu 2024 ini adalah merupakan pemilu yang boleh saya katakan pemilu percobaan,” ujar Ketua Badan Pendiri (Majelis Rakyat), Sonny Pudjisasono, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Selasa (5/10).

Kongres keempat Partai Buruh, kata Sonny, juga dalam rangka mengadministrasikan semua kepengurusan dari tingkat pusat hingga kabupaten/kota. Demi proses verifikasi sebagai salah satu partai peserta Pemilu 2024.

“Apa yang terjadi pada peristiwa di Kongres Partai Buruh yang keempat ini bisa betul-betul menjadi cermin dan contoh kita untuk ke depan. Agar kita tidak mengulang kembali peristiwa Partai Buruh yang dideklarasikan pada tahun 2002,” ujar Sonny.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, bahwa pihaknya akan menyuarakan aspirasi seluruh elemen buruh di Indonesia yang dinilainya makin sulit mendapatkan haknya. Terutama pasca disahkannya Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Omnibus law lah, UU Cipta Kerja yang men-trigger Partai Buruh dihidupkan kembali. Indonesia melebihi Amerika yang super kapitalis. Karyawan kontrak diulang-ulang, upah UMSK dihilangkan, UMK bisa iya, bisa tidak, nilai kenaikannya kecil, inflasi atau pertumbuhan ekonomi,” ujar Said.

Partai Buruh, kata Said, sudah 100 persen menyusun kepengurusan di 34 provinsi, 80 persen di kabupaten/kota, dan 40 persen di kecamatan. Keanggotaannya diklaim sudah mencapai 1.000 orang di setiap kabupaten/kota.

“Basis anggota kami, termasuk keluarga, termasuk pemilih, lebih dari 10 juta orang. Beda dengan Partai Buruh yang lama, beda dengan parpol baru tidak berdasarkan basis partai yang jelas, kami hadir berdasarkan basis konstituen yang jelas,” ujar Said, mengeklaim.

Partai Buruh, kata Said, memiliki slogan ‘Negara Sejahtera’ atau ‘Welfare State‘. Sebuah partai yang beridentitaskan kelas yang disebut sebagai ‘We are The Working Class atau ‘Kami adalah Kelas Pekerja’.

“Organisasi pendiri Partai Buruh ini adalah 11 gerakan organisasi rakyat. Baik yang bergabung gerakan tani, gerakan nelayan, gerakan buruh, gerakan guru, gerakan perempuan Indonesia, dan juga elemen-elemen gerakan sosial lainnya,” ujar Said.

Direktur Eksekutif Indobarometer, M Qodari, mengaku pesimistis Partai Buruh akan menembus ke tahapan verifikasi partai politik di Pemilu 2024. Ia pun memprediksi partai ini akan sama nasibnya seperti partai terdahulu yang dipimpin oleh Muchtar Pakpahan.

“Ya kalau sejarahnya partai buruh tahun 1999 sampai 2004 suaranya kecil tidak lolos. Kemungkinan sama akan terjadi lagi nantinya. Ya tidak berbeda jauh dengan partai buruh edisi pertama,” katanya saat dihubungi Republika, Selasa (5/10).

Kemudian, ia melanjutkan, partai politik akan berhasil jika elektabilitasnya ada tokoh yang populer seperti misalnya, yang menjadi ketua partai buruh itu Ganjar Pranowo atau Anies Baswedan. Jadi, suara partai buruh itu pertama-tama bukan suara buruhnya, karena buruh belum tentu memilih buruh.

Ia menambahkan, tahapan industri di Indonesia tidak begitu sempurna berbeda dengan negara Eropa. Setelah revolusi industri, masyarakat di sana sangat berstruktur oleh proses industrilisasi di mana masyarakat istilahnya terbagi dua antara pemilik modal atau kapital dengan buruh. Struktur di sana terbelah. Isu kuat partai buruh di sana sangat potensial.

“Rencana Said yang membawa organisasi baru menarik. Tapi saya belum begitu yakin ini organisasi besar dan signifikan. Ujian pertama partai buruh ini harus lolos verifikasi partai politik pada Pemilu 2024. Lalu, nanti berbicara mengenai suara. Untuk sementara prediksi saya partai buruh yang dipimpin Said ini nasibnya akan sama dengan partai buruh yang dipimpin oleh Muchtar Pakpahan,” kata dia.

Andri Saubani, Haura Hafizhah Reporter Nawir Arsyad Akbar Reporter

admin republikaID Redaktur

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *