Jumat , 21 Januari 2022

Pasar Indonesia kian menarik, produsen kendaraan China ramai-ramai merangsek masuk

Pasar otomotif Indonesia bakal semakin ketat lantaran masuknya sejumlah produsen asal China. Terbaru, Chery yang akan kembali mengaspal di Indonesia dengan menjanjikan produk yang lebih segar dan canggih dibandingkan sebelumnya. 

Sebelumnya pada 2020, kendaraan komersial khususnya truk milik SAIC Motor Corporation Ltd yaitu Hongyan sudah merangsek pasar Indonesia. Kendati sudah bergabung ke Gaikindo sejak 2020, sampai dengan saat ini mereka belum mencatatkan jumlah penjualannya.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara memaparkan, secara umum, faktor terbesar yang membuat industri otomotif Indonesia menarik di mata dunia adalah potensi pasarnya yang besar. 

“Saat ini populasi orang di Indonesia sebanyak lebih dari 270 juta penduduk. Adapun rasio kepemilikan mobil baru mencapai 99 mobil per 1.000 orang, artinya masih sangat rendah dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya,” kata dia kepada Kontan.co.id, Rabu (11/8).

Melansir data yang dikirimkan Gaikindo, Thailand mencatatkan rasio kepemilikan mobil sebanyak 275 mobil per 1.000 orang, adapun Malaysia sampai 400 mobil per 1.000 orang. 

Jika melihat populasi penduduk Indonesia yang lebih banyak dibandingkan kedua negara ini, Kukuh menegaskan, potensi kepemilikan mobil di Tanah Air masih sangat besar ke depannya. 

Tidak hanya itu, saat ini infrastruktur jalan di Indonesia semakin baik dan banyak sehingga pasar otomotif-nya pun kian menarik. Kukuh menegaskan, pasar Indonesia tidak hanya menarik di mata China tapi juga negara-negara lainnya. 

Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto menambahkan, Chery memang sudah berkomunikasi dengan Gaikindo dan sudah diberikan informasi mengenai industri atau perdagangan otomotif di dalam negeri.

“Kami menyambut baik merek apapun untuk masuk ke Indonesia,” kata dia ketika dihubungi terpisah.

Jongkie mengatakan, jika Chery sudah ada di Indonesia, tentu pihaknya akan menawarkan untuk menjadi anggota Gaikindo. 

Dari pihak Chery, Marketing Director of RHD Region Qin Gang bilang, Chery akan hadir di pasar Indonesia dan membawa kejutan. Di mana, Chery akan membawa produk dan teknologi baru ke Indonesia yang benar-benar berbeda dari sebelumnya. 

“Dalam dua tahun ke depan, kami akan menghadirkan lima model baru di Indonesia yakni mobil SUV dan kendaraan energi baru,” jelasnya kepada Kontan.co.id. 

Kendaraan energi baru telah menjadi tren yang tidak terelakkan dalam pengembangan mobil global, terutama di China. Salah satu model Chery teranyar yang mengusung energi baru adalah EQ1 2021 yang spesifikasi mobilnya sudah sepenuhnya ditingkatkan mulai pakai baterai, keamanan, efisiensi, tampilan, hingga performa. 

Sementara itu, Pengamat Otomotif Bebin Djuana menilai, produsen China sebagai pendatang baru, sebenarnya tidak mudah untuk menguasai pasar di tanah air. Pasalnya, dalam hal reputasi, Jepang sudah memenangkan hati konsumen Indonesia.

Buktinya saja, produk Korea yang sudah dua dasawarsa mengaspal belum mendapatkan porsi yang memadai di pasar Tanah Air. 

“Masih membekas di ingatan konsumen, mobil produksi China memiliki kualitas yang mengecewakan, desainnya basi, dan after sales yang tidak jelas. Stigma buruk masa lalu ini yang perlu diubah,” tegasnya. 

Bebin bilang, saat ini mobil buatan China memiliki desain yang lebih futuristik, teknologi lebih maju. Tak hanya itu, China sudah belajar bahwa konsumen Indonesia membutuhkan kepastian layanan after sales yang mumpuni. 

Bebin tidak menampik, bahwa China adalah pasar yang tangguh sehingga tidak sampai 10 tahun mendatang, proyeksinya produk China sudah layak diperhitungkan. 

Reporter: Arfyana Citra Rahayu | Editor: Anna Suci Perwitasari (kontan)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *