Sabtu , 28 Mei 2022

Pegawai Negeri di Belgia Boleh Abaikan Telepon dari Bos di Luar Jam Kerja

 Belgia tak lagi mewajibkan pegawai pemerintah mengaktifkan telepon atau email di luar jam kerja. Kebijakan ini berlaku mulai Selasa, 1 Februari 2022.

Dilansir dari NPR News, para pegawai pemerintah Belgia tidak lagi wajib menjawab panggilan atau email dari bos mereka di luar jam kerja. Sebuah undang-undang baru menjamin ‘hak untuk memutus sambungan’ bagi sekira 65.000 pekerja pemerintah tersebut.

Dengan kebijakan itu, Belgia menjadi salah satu dari beberapa negara Eropa yang memberikan perhatian besar pada keseimbangan hidup dan kerja atau work-life balance. Petra De Sutter, menteri Belgia untuk administrasi publik, mengatakan jika hak untuk memutuskan sambungan akan dikodifikasikan ke dalam undang-undang sebagai sarana untuk memerangi stres kerja yang berlebihan dan kelelahan di antara pegawai pemerintahan.

Aturan baru melarang para atasan menghubungi pegawainya di luar jam kerja biasa kecuali ada keadaan genting yang tidak bisa ditunda sampai jam masuk kerja berikutnya. Serikat pekerja dan manajer dapat membuat kesepakatan yang jelas untuk mendefinisikan keadaan ini, tetapi De Sutter telah menekankan bahwa waktu pekerja Bersama keluarga, istirahat, hingga hari libur harus dihormati.

Di samping itu, pekerja juga tidak boleh dirugikan karena tidak menjawab telepon atau membaca pesan terkait pekerjaan di luar jam kerja normal. Kebijakan ini dijalankan demi mengatasi garis yang semakin kabur antara pekerjaan dan kehidupan pribadi, terutama dengan begitu banyak orang yang bekerja dari rumah selama pandemi dan di waktu yang akan datang.

BDO Belgia belum lama ini melakukan sebuah survei mengenai bekerja dari jarak jauh. Dari 84 persen responden, separuh di antaranya memegang posisi manajerial, mengatakan mereka ingin bekerja dari rumah selama dua hari atau lebih dalam seminggu setelah pandemi. Alasannya waktu di perjalanan terpangkas dan produktivitas meningkat selama bekerja dari rumah.

De Sutter sendiri termasuk di antara mereka yang melihat sisi negatif bekerja dari rumah. Dia mengatakan pemberlakuan undang-undang baru pro keseimbangan hidup dan kerja bisa melindungi hak-hak dasar pekerja, tanpa menjadi hambatan bagi mereka yang mau kerja fleksibel.

“Komputer tetap menyala, Anda terus membaca email yang Anda terima di ponsel cerdas Anda. Untuk melindungi orang dengan lebih baik dari ini, kami sekarang memberi mereka hak hukum untuk memutuskan sambungan,” kata De Sutter.

Reporter: Daniel Ahmad Editor: Dewi Rina Cahyani (tempo)

dok.photo : google

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *